sultra-raya

BI Perluas QRIS Cross Border, Permudah UMKM Terima Pembayaran dari Wisawatan Mancanegara dan Hindari Uang Palsu

Selasa, 28 Juli 2026 | 09:14 WIB

RAKYAT SULTRA.id-Bank Indonesia (BI) memperkuat ekosistem pembayaran digital nasional melalui implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Cross Border. Dalam hal ini, BI menggandeng penyelenggara sistem pembayaran, termasuk PT Finnet Indonesia.

Asisten Direktur sekaligus Ekonom Senior Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (DKSP) Bank Indonesia Willy Togi mengatakan, penggunaan QRIS saat ini semakin masif sejak diluncurkan pada 2019. Oleh karena itu, perlu ada program yang mempermudah masyarakat melakukan pembayaran digital.

"Perkembangannya sangat masif. Sekarang sudah ada QRIS antarnegara, kemudian yang terbaru ada QRIS Tap yang menggunakan teknologi NFC untuk pembayaran," kata Willy, Senin (27/7).

ris cross border ini bisa mendukung hubungan ekonomi dan sektor pariwisata hingga negara-negara lain. Saat ini implementasi ris cross birder telah mencakup enam negara, yakni Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.

Selain itu, program ini juga mempermudah UMKM memperluas transaksi. Dengan satu kode QR bisa digunakan wisatawan  melakukan pembayaran secara digital.

 
 "Dulu mungkin kita tidak membayangkan pedagang kaki lima bisa menerima pembayaran dari luar negeri. Sekarang cukup mencetak QR, wisatawan asing sudah bisa membayar secara digital," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Technology Product & Operation sekaligus Pelaksana Tugas Direktur Finance & Risk Management PT Finnet Indonesia Anton Daryono mengatakan, pihaknya mendukung terciptanya ekosistem digital berkelanjutan.

"Kami sangat mendukung inovasi maupun kebijakan yang dikeluarkan Bank Indonesia. Harapannya digitalisasi di Indonesia semakin inklusif, lebih cepat, lebih mudah, lebih murah, serta aman dan andal," kata Anton.

Dia menegaskan, Finnet mendukung implementasi kebijakan tersebut dengan menyediakan berbagai layanan pembayaran digital yang terintegrasi di sejumlah sektor, termasuk transportasi dan layanan publik, serta terus menyesuaikan pengembangan produknya dengan kebutuhan industri dan ketentuan Bank Indonesia.

Anton mengatakan penggunaan QRIS membantu pelaku UMKM mengurangi ketergantungan terhadap uang tunai sekaligus meminimalkan berbagai risiko dalam bertransaksi. "Kemungkinan uang digital tidak ada, kemungkinan dirampok juga tidak ada karena semua transaksi tercatat secara digital," tandasnya.

Tags

Terkini

Api yang Belum Dijawab RUU Kehutanan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:30 WIB