sultra-raya

Hari Anak Nasional 2026, Khofifah Ajak Orang Tua Perkuat Peran Keluarga

Jumat, 24 Juli 2026 | 09:33 WIB

RAKYAT SULTRA.id-Bertepatan dengan Hari Anak Nasional 2026 yang jatuh pada 23 Juli, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak para orang tua memperkuat peran keluarga dalam pembentukan karakter anak.

Menurutnya, nilai-nilai kejujuran, disiplin, empati, toleransi, tanggung jawab, serta kecintaan terhadap bangsa harus ditanamkan sejak dini agar menjadi karakter yang melekat hingga dewasa. Keluarga adalah sekolah pertama anak.

"Mari kita sayangi anak. Sebab anak-anak kita adalah pemimpin masa depan. Investasi terbaik yang dapat kita lakukan adalah memastikan mereka tumbuh sehat, memperoleh pendidikan yang berkualitas," tuturnya, Kamis (23/7).

Seruan tersebut sejalan dengan tema hari anak nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026, yaitu "Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan", yang menekankan pentingnya kepedulian terhadap tumbuh kembang anak.
 

kofifa menilai tema ini mengandung pesan bahwa setiap anak berhak memperoleh kasih sayang, perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, dan kesempatan yang setara untuk tumbuh dan berkembang sesuai potensinya.

 Oleh karenanya, ia mendorong pemenuhan hak dan perlindungan anak menjadi prioritas bersama. Menurutnya, investasi terhadap anak merupakan langkah strategis untuk menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
 

"Anak-anak yang hebat akan melahirkan Indonesia yang kuat dan hebat. Karena itu, seluruh kebijakan pembangunan harus menempatkan kepentingan terbaik bagi anak sebagai prioritas utama,” imbuh khofifa.

Menurutnya, kualitas generasi muda akan menjadi penentu daya saing Indonesia dalam menghadapi tantangan global di masa depan. Maka dari itu, pembangunan sumber daya manusia harus dimulai sejak usia dini.

Di sisi lain, tantangan yang dihadapi anak-anak juga semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi digital, perundungan, kekerasan terhadap anak, penyalahgunaan narkoba, hingga persoalan kesehatan mental.

Untuk itu, dibutuhkan kolaborasi antara keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintah, dunia usaha, media, dan seluruh pemangku kepentingan, untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak.

“Perlindungan anak tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Butuh gotong royong agar anak-anak Indonesia tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, penuh kasih sayang, dan terbebas dari kekerasan,” tegas Khofifah.

Ia optimistis anak-anak Jawa Timur mampu menjadi generasi unggul yang berdaya saing di tingkat nasional maupun global, asalkan mendapatkan dukungan, pendampingan, dan kesempatan berkembang dari seluruh pihak.

“Jadilah generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, dan inovatif. Gunakan teknologi untuk belajar, berkarya, dan berprestasi, bukan untuk hal-hal yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya

Tags

Terkini

Api yang Belum Dijawab RUU Kehutanan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:30 WIB