RAKYAT SULTRA.id- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman datang sedikit terlambat saat tiba di Istana Kepresidenan untuk mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana, Kamis (23/7).
Amran menyebut keterlambatannya bukan karena alasan kesengajaan, melainkan harus berhenti membantu korban kecelakaan lalu lintas di tengah perjalanan saat hendak menuju istana.
Kejadian bermula saat rombongan Mentan melintas di kawasan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, sekitar pukul 11.30 WIB, dan mendapati seorang pengendara motor tergeletak di tengah jalan akibat kecelakaan.
Amran lantas mengarahkan timnya untuk segera mengevakuasi korban dan menggunakan mobil pengawalnya untuk membawa korban ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
"Bawa ke rumah sakit… bawa ke rumah sakit!" seru Amran sambil mengarahkan timnya.
Dia juga meminta seorang pengemudi ojek online yang berada di lokasi untuk ikut mendampingi korban selama proses evakuasi, agar korban tidak sendirian. Korban kini telah menerima penanganan medis di RSCM.
"Sini sini sini… cepat-cepat!" tegasnya saat memastikan proses evakuasi korban berjalan lancar.
Pengemudi ojek online yang ikut mendampingi korban terlihat terharu dan bingung.
"Aksi Bapak Menteri ini sangat baik sekali. Saya terharu melihatnya. Jarang ada pejabat yang langsung turun tangan seperti ini. Semoga Allah membalas kebaikan beliau," ujarnya.
Usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden, Menteri Amran memberikan keterangan lebih lanjut kepada awak media dan menegaskan sikapnya terhadap nilai kemanusiaan.
"Tidak ada jabatan dalam urusan kemanusiaan. Kita semua sama di hadapan Tuhan dan di hadapan sesama manusia," ujarnya.
Dia juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat luas untuk berhati-hati berkendara dan selalu menaati aturan lalu lintas.