RAKYAT SULTRA.id-Orang tua merupakan sosok pertama yang memberikan kasih sayang, perlindungan, dan pendidikan kepada anak. Sejak lahir hingga dewasa, hubungan ini menjadi fondasi penting dalam membentuk kepribadian seseorang. Namun, tidak semua hubungan yang erat selalu sehat.
Dalam beberapa kondisi, kedekatan tersebut berkembang menjadi ketergantungan emosional yang berlebihan sehingga menghambat kemandirian anak, bahkan ketika usianya sudah dewasa.
Banyak orang merasa sulit mengambil keputusan tanpa persetujuan orang tua, takut mengecewakan mereka, atau terus bergantung secara finansial maupun emosional.
Memutus ketergantungan kepada orang tua bukan berarti memutus hubungan atau menjadi anak yang durhaka. Justru sebaliknya, tujuan utamanya adalah membangun hubungan yang lebih sehat, saling menghormati, dan tetap penuh kasih sayang tanpa kehilangan identitas diri.
Dilansir dari Psychology Today pada Senin (20/7), terdapat empat langkah berani yang dapat dilakukan menurut pendekatan psikologi.
1. Sadari Bahwa Anda Berhak Memiliki Identitas Sendiri
Langkah pertama adalah menyadari bahwa setiap individu memiliki hak untuk menjadi dirinya sendiri. Psikolog perkembangan menjelaskan bahwa salah satu tugas utama masa dewasa adalah membangun identitas yang mandiri.
Sayangnya, banyak orang tumbuh dengan keyakinan bahwa menjadi anak yang baik berarti selalu mengikuti semua keinginan orang tua. Akibatnya, mereka sulit membedakan mana keputusan yang benar-benar berasal dari keinginan pribadi dan mana yang sekadar memenuhi harapan keluarga.
Misalnya, seseorang memilih jurusan kuliah, pekerjaan, atau pasangan hidup hanya karena tuntutan orang tua. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memunculkan stres, kecemasan, hingga penyesalan karena merasa tidak menjalani kehidupan yang diinginkan.
Mulailah bertanya kepada diri sendiri:
Apa yang sebenarnya saya inginkan?
Nilai hidup apa yang saya yakini?
Jika tidak ada tekanan dari siapa pun, keputusan apa yang akan saya ambil?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut membantu membangun kesadaran diri (self-awareness), yaitu kemampuan mengenali pikiran, emosi, dan kebutuhan pribadi. Semakin kuat kesadaran diri, semakin mudah seseorang membangun identitas yang sehat.
2. Bangun Kemandirian Emosional
Ketergantungan kepada orang tua sering kali bukan hanya soal uang, tetapi juga kebutuhan emosional. Ada orang yang baru merasa tenang setelah mendapat persetujuan dari ayah atau ibunya. Bahkan keputusan kecil pun harus selalu dikonsultasikan.