RAKYAT SULTRA.idPelatih Timnas Argentina Lionel Scaloni, bicara soal masa depannya usai kalah dari timnas Spanyol sekaligus gagal mempertahankan gelar juara di Piala Dunia 2026. Dia mengatakan akan melakukan pembicaraan dengan federasi terkait masa depannya.Argentina menelan kekalahan 0-1 dari timnas Spanyol lewat pertempuran 120 menit di Stadion MetLife, Amerika Serikat, Senin (20/7) dini hari WIB. La Albiceleste, julukan Timnas Argentina, kebobolan lewat gol Ferran Torres pada menit ke-106. Gol terkahir di piala dunia tersebut tercipta setelah mereka bermain dengan 10 pemain akibat kartu merah Enzo Fernandez (90+3’).
Pasca kalah, sorotan pun tertuju pada nasib pelatih, yakni Scaloni. Pelatih berusia 48 tahun itu mengungkapkan akan berdiskusi dengan Presiden Federasi Sepak Bola argentina (AFA), Claudio Tapia. Dia mengaku sudah punya gambaran soal nasibnya.
Scaloni menyebut akan menghormati sisa kontraknya bersama argentina yang berakhir pada akhir tahun ini. Namun ia seolah mengirim sinyal akan berpisah dengan skuad La Albiceleste pasca kontraknya berakhir.
Scaloni memberikan apresiasi setinggi langit kepada federasi yang telah memberikan kepercayaan kepadanya. Pelatih berusia 48 tahun itu tak menyangka bisa membawa Argentina sampai di titik ini. Tapi, ia juga menilai kalau sudah saatnya memikirkan untuk meninggalkan tim yang telah ia bangun sejak 2018.
"Saya sangat berterima kasih kepada presiden karena telah memberi saya kesempatan berada di posisi ini. Saat itu, ini adalah sebuah mimpi bagi kami semua. Hingga menit terakhir, saya, staf pelatih, dan para pemain telah memberikan segalanya. Saya rasa sudah sewajarnya jika saya mengambil waktu untuk memikirkan semuanya,” terang Scaloni
Scaloni mulanya bertugas sebagai asisten pelatih Argentina di era Jorge Sampaoli. Namun setelah Sampaoli dipecat karena gagal total di piala dunia 2018, Scaloni pun ditunjuk sebagai pelatih interim. Namun kenyataannya, AFA justru memberikan kepercayaan lebih dan menjadikannya pelatih tetap.
Awalnya, Scaloni diragukan. Namun berkat tangan dinginnya, dia sukses memolesn Argentina dengan baik hingga puncaknya merebut gelar juara piala dunia 2022 di Qatar. Dia pun kini kembali membawa La Albiceleste ke partai final, namun sayang gagal pertahankan gelar juara.