RAKYAT SULTRA.id-Kebutuhan dunia industri terhadap sumber daya manusia yang memiliki keterampilan spesifik terus meningkat. Kondisi tersebut turut mendorong semakin banyak masyarakat memilih pendidikan vokasi sebagai jalur untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.
Fenomena itu tercermin dari pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMK SMTI Padang. Jumlah pendaftar mencapai 4.043 orang atau melonjak 60,63 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 2.517 calon peserta didik.
Meski peminat meningkat tajam, sekolah hanya menyediakan 264 kursi yang terdiri atas 150 kursi untuk Program Keahlian Teknik Kimia industri (TKI) dan 114 kursi Program Keahlian Teknik Otomasi industri (TOI). Akibatnya, tingkat persaingan masuk semakin ketat dengan rasio seleksi mencapai 1 banding 15.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang berada di kisaran 1 banding 8,7 sekaligus melampaui target rasio seleksi sebesar 1 banding 10. Meningkatnya animo masyarakat tersebut sejalan dengan capaian lulusan yang menunjukkan tingkat serapan cukup tinggi di dunia kerja maupun pendidikan tinggi.
Pada pelantikan lulusan Angkatan ke-58 SINTEGRA'23 Tahun Ajaran 2025/2026, sebanyak 216 siswa resmi dikukuhkan sebagai lulusan. Seluruh lulusan tersebut dinyatakan kompeten setelah mengikuti uji kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Kepala SMK SMTI Padang Sylvi mengatakan, meningkatnya minat masyarakat merupakan hasil dari konsistensi sekolah dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.
"Sejalan dengan arahan Kementerian Perindustrian melalui BPSDMI, kami mengintegrasikan Kurikulum Dual System agar setiap siswa tidak hanya menjadi tenaga kerja yang kompeten, tetapi juga pribadi yang memiliki 'jiwa' industri. Kami ingin melihat lulusan kami tumbuh menjadi individu yang tangkas, adaptif, dan mampu merespons dinamika kebutuhan dunia kerja dengan percaya diri," ujar Sylvi.
Menurut dia, meningkatnya minat masyarakat juga didukung oleh penyelenggaraan pendidikan yang terhubung dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Selama menjalani pendidikan, siswa dibekali pengalaman melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL), mengikuti sertifikasi kompetensi BNSP, sertifikasi internasional Health, Safety and Environment (HSE), serta penguatan kemampuan bahasa Inggris melalui program TOEIC.
Seluruh program tersebut disiapkan untuk meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang. Lonjakan jumlah pendaftar pada SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 dinilai menjadi gambaran meningkatnya minat masyarakat terhadap pendidikan vokasi yang memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan sektor industri.
Meningkatnya animo tersebut juga menjadi tantangan untuk menjaga kualitas pembelajaran, memperkuat kolaborasi dengan industri. Sekaligus memastikan lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan sektor manufaktur nasional.