sultra-raya

Argentina Terancam Hukuman FIFA Akibat Ulah Suporter di Tribun Bentangkan Spanduk Malvinas

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:39 WIB

Meski menuai kritik, para pemain Argentina tetap mempertahankan sikap mereka.
Leandro Paredes menegaskan bahwa Malvinas akan selalu menjadi bagian dari Argentina.

Senada dengan itu, Lautaro Martinez mengakui laga melawan Inggris memiliki makna emosional yang berbeda dibanding pertandingan lain.

"Ini bukan pertandingan biasa bagi kami. Ada sejarah panjang di balik duel ini," ujar Lautaro.

Bek Lisandro Martinez juga menegaskan timnya hanya ingin menunjukkan semangat juang saat membela negaranya hingga peluit akhir.

Sengketa Kepulauan Malvinas sendiri telah berlangsung selama puluhan tahun. Wilayah yang dikenal sebagai Falkland Islands oleh Inggris itu menjadi penyebab pecahnya perang pada 1982.

Konflik selama 74 hari tersebut menewaskan ratusan prajurit dari kedua negara dan hingga kini masih menjadi isu sensitif dalam hubungan diplomatik Argentina dan Inggris.

Rivalitas sejarah itu membuat setiap pertemuan kedua tim di lapangan selalu mendapat perhatian besar.

Karena itulah, selebrasi Argentina setelah kemenangan di Piala Dunia 2026 memicu perdebatan baru yang kini tidak lagi hanya berkaitan dengan sepak bola, tetapi juga menyentuh persoalan politik internasional.

Kini publik menunggu langkah FIFA. Apakah selebrasi tersebut hanya berakhir sebagai kontroversi, atau benar-benar berujung pada sanksi bagi Argentina, seluruhnya akan bergantung pada hasil penyelidikan Komite Disiplin FIFA.

 

Halaman:

Tags

Terkini

Api yang Belum Dijawab RUU Kehutanan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:30 WIB