Pandangan ini sejalan dengan firman Allah Swt.: "...Niscaya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat." (QS. Al-Mujadilah: 11).
Rasulullah SAW juga bersabda: "Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim).
Bagi seorang pembelajar, ilmu bukan sekadar jalan memperoleh pekerjaan, melainkan amanah yang harus diwujudkan dalam kemanfaatan.
Tepat satu tahun setelah gelar doktor itu diraih, yang patut diperingati bukanlah usia sebuah gelar, melainkan perjalanan panjang yang mengantarkannya. Seorang anak loper koran yang membiayai sekolahnya sendiri. Seorang pemuda yang membersihkan lantai hotel demi dapat kuliah. Seorang guru yang tidak pernah berhenti menjadi murid. Seorang advokat yang memilih mengabdi sebagai hakim. Dan seorang hakim yang tetap mencari kampus setiap kali berpindah tempat tugas.
Perjalanan itu mengajarkan bahwa pendidikan bukan sekadar proses memperoleh ijazah. Pendidikan adalah proses membentuk karakter, menumbuhkan integritas, dan mempersiapkan seseorang agar mampu memberi manfaat bagi sesama. Almarhumah ibundanya pernah berpesan agar ia sekolah setinggi-tingginya supaya menjadi "orang". Hari ini, pesan itu telah ditunaikan.
Namun, perjalanan seorang pembelajar tidak pernah berakhir. Sebab ukuran keberhasilan seseorang bukanlah berapa banyak gelar yang dimiliki, melainkan berapa banyak kehidupan yang menjadi lebih baik karena ilmu yang diamalkannya. Pendidikan memang tidak dapat mengubah dari mana seseorang berasal. Tetapi pendidikan selalu mampu mengubah ke mana seseorang akan menuju.