RAKYAT SULTRA.id-Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengukuhkan Idrus Marham sebagai ketua umum (ketum) Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
pengukuhan itu dilaksanakan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Nasional IKA PTKIN di Jakarta pada Senin (13/7).
Dalam kesempatan itu, Nasaruddin menyampaikan harapan agar Idrus dan jajarannya bisa melahirkan pemikir dan cendekiawan yang bisa menjadi teladan.
Menurut dia, IKA PTKIN yang dipimpin Idrus akan menjadi tempat alumni dari seluruh perguruan tinggi Islam negeri untuk mencurahkan ide dan gagasan mereka.
”Baru saja kami melantik kepengurusan IKA PTKIN seluruh Indonesia. Luar biasa, karena gagasan-gagasan yang disampaikan oleh ketua umumnya Intinya adalah bagaimana menyatukan visi seluruh PTKIN dan juga nanti sesungguhnya PTKIS,” kata Nasaruddin.
Menurut dia, IKA PTKIN bukan sekedar organisasi yang diisi oleh ilmuwan dengan berbagai latar belakang disiplin ilmu.
Melainkan juga tempat berkumpulnya intelektual yang punya potensi besar untuk memberi dampak dan menebar manfaat bagi masyarakat.
”Alumni PTKIN itu bukan hanya menonjol sebagai ilmuwan, tapi juga dia bisa sebagai imam, bisa sebagai mubaligh, bisa juga sebagai ilmuwan, dan bisa juga menjadi tokoh masyarakat. Serba bisa ya, dan itu yang kami harapkan. Karena masyarakat kita membutuhkan figur-figur yang bisa menjadi teladan,” lanjutnya.
Nasaruddin berharap IKA PTKIN bisa menempatkan diri sebagai central point dalam kehidupan bermasyarakat.
Di tempat yang sama, Idrus menyampaikan bahwa organisasi yang kini dia pimpin tidak akan lahir tanpa inisiasi dari Nasaruddin.
Dia memastikan visi IKA PTKIN sebagaimana telah disampaikan Nasaruddin akan diwujudkan.
”Kami ke depan mengemban satu misi yang tadi dikatakan (oleh menag) itu melayani umat, umat secara umum dan sekaligus untuk membangun bangsa. Berarti visi kami ke depan betul-betul adalah konsolidasi keumatan, kebangsaan, untuk kemajuan Indonesia,” kata dia.
Idrus menjelaskan bahwa dalam rakernas, IKA PTKIN fokus pada 3 hal utama.
Pertama, memantapkan posisi dan peran para alumni untuk merawat tradisi intelektualitas dan merumuskan konsep-konsep yang dapat diimplementasikan sebagai program-program pembangunan bagi masyarakat.