RAKYAT SULTRA.id- Persija Jakarta kembali menunjukkan keseriusannya dalam membangun regenerasi pemain melalui pembinaan usia muda.
Kali ini, Macan Kemayoran memberikan kesempatan kepada lima pemain dari Elite Pro Academy (EPA) U-20 untuk melanjutkan proses perkembangan bersama Persis Solo.
Lima pemain yang mendapat kesempatan tersebut adalah Gabrieltus Alkevin, Ahmad Mujadid, Theodore Evan Leeming, Oliver Leeming, dan Fandi Ahmad Muzaki.
Mereka akan bergabung dengan Persis Solo sebagai bagian dari program pengembangan pemain muda yang disiapkan Persija.
Keputusan ini bukan sekadar meminjamkan pemain, tetapi menjadi bagian dari strategi jangka panjang klub agar para talenta akademi memperoleh pengalaman bertanding di level profesional.
Bermain di kompetisi Liga 2 dinilai dapat menjadi wadah yang tepat untuk mengasah kemampuan sekaligus membentuk karakter mereka sebagai pesepak bola.
Persija menilai menit bermain di kompetisi resmi sangat penting bagi perkembangan pemain muda.
Selain meningkatkan kualitas teknik dan pemahaman taktik, atmosfer pertandingan profesional juga akan membantu mereka membangun mental bertanding, kedisiplinan, serta kepercayaan diri.
Bersama Persis Solo, kelima pemain tersebut diproyeksikan menghadapi persaingan yang lebih kompetitif. Situasi tersebut diharapkan menjadi pengalaman berharga sebelum nantinya kembali memperkuat Persija.
Pelatih Persija U-20 musim 2025/2026, Furqon Alqatiri, berharap seluruh pemain memanfaatkan kesempatan ini dengan maksimal.
Ia menekankan pentingnya menjaga profesionalisme selama menjalani masa pengembangan di klub baru.
"Berikan yang terbaik dan ikuti arahan pelatih. Tetap jaga komitmen dan disiplin dalam setiap kesempatan. Intinya, jangan sampai membuat malu Persija karena mereka tetap membawa nama klub. Harapannya, mereka dapat mengharumkan nama Persija dan ketika kembali nanti, mereka sudah lebih siap untuk bermain di tim utama," ujar Furqon.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa status sebagai pemain pinjaman tidak mengurangi tanggung jawab mereka sebagai bagian dari keluarga besar Persija. Mereka tetap membawa identitas klub dalam setiap pertandingan maupun aktivitas di luar lapangan.
Program ini juga mencerminkan komitmen Persija dalam menciptakan jalur pembinaan yang berkesinambungan.