sultra-raya

Cegah Kebakaran, TPA Benowo di Surabaya Kini Dijaga 24 Jam dan Dipantau CCTV

Jumat, 10 Juli 2026 | 10:36 WIB

RAKYAT SULTRA.id-Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperketat pengawasan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Benowo dengan penjagaan selama 24 jam dan pemasangan CCTV di beberapa titik. 

Langkah tersebut diambil menyusul terjadinya insiden kebakaran di dua TPA di Indonesia baru-baru ini, yakni TPA Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang dan TPA Cikolotok di Kabupaten Purwakarta.

Wali Kota Surabaya, eri cahyadi mengatakan, pemkot telah berkoordinasi dengan pengelola TPA benowo untuk memperkuat sistem pengamanan dan pengawasan di kawasan tersebut.

 "Jadi kita sudah berkoordinasi dengan TPA benowo. Maka satu, tidak boleh sembarang orang yang masuk ke dalam TPA itu. Yang kedua, yang mereka bekerja maka harus diawasi secara ketat," ujarnya, Kamis (9/7).
 

Selain itu, seluruh pekerja yang beraktivitas di dalam TPA juga diwajibkan mengikuti pengawasan secara ketat. Menurut Eri, langkah tersebut penting untuk meminimalkan risiko yang dapat memicu kebakaran.

pemkot surabaya juga menempatkan petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk berjaga di lokasi selama 24 jam. Kehadiran petugas diharapkan mampu mempercepat respons apabila muncul potensi gangguan.

 

"Yang ketiga, teman-teman yang dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya juga ada di lapangan sampai dengan 24 jam. Kita sudah pasang semua CCTV di sana, baru kita pasang ya," terang eri cahyadi.

Melalui CCTV, pemerintah dapat mengetahui alur pengelolaan sampah, mulai yang diarahkan ke fasilitas gasifikasi hingga ke area sanitary landfill. Seluruh proses dipastikan dapat diawasi dengan lebih optimal.

"Itu real time, jadi kita tau proses pembuangan sampah ke fasilitas pengolahan yang tersedia. Kita bisa tahu mana yang dibuang ke gasifikasi, mana yang dibuang ke sanitary landfill, itu sudah kita lakukan," ujarnya.

Sebagai informasi, setiap harinya, Kota Surabaya menghasilkan sekitar 1.600 ton ton sampah. Ribuan sampah tersebut kemudian diolah dan diubah menjadi energi listrik dengan dua teknologi di PSEL TPA Benowo.
 
Teknologi pertama adalah landfill gas power plan, yang mengolah sampah organik dengan metode menyedot gas metan pada tumpukan sampah. Dengan teknologi ini, PLTSa Benowo menghasilkan listrik 2 MW setiap hari.

Sementara teknologi kedua, yakni termokimia atau gasifikasi power plan berfokus pada pengelolaan sampah non organik. Melalui teknologi tersebut, TPA Benowo dalat mengubah listrik 9 MW setiap harinya.

Menurut Eri Cahyadi, pengawasan dilakukan secara berlapis, baik melalui petugas di lapangan maupun sistem CCTV yang telah terpasang. Upaya tersebut diharapkan dapat mencegah potensi terjadinya kebakaran di TPA Benowo.

"Jadi dilakukan pengawasan 24 jam (di area TPA Benlwk), selain secara langsung juga melalui CCTV yang sudah kita pasang. Semoga ini bisa mencegah kebakaran yang ada di TPA," pungkas Eri Cahyadi.

Tags

Terkini

Api yang Belum Dijawab RUU Kehutanan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:30 WIB