RAKYAT SULTRA.id-Pemerintah memastikan telah memperkuat stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk memitigasi dampak musim kemarau dan fenomena El Nino.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan stok CPP terdiri dari hampir semua pangan pokok strategis, tidak hanya beras saja.
Dalam laporan Bapanas, stok CPP dalam bentuk beras di Perum Bulog mencapai 5,2 juta ton per 8 Juli.
Sementara untuk Cadngan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) tingkat provinsi tercatat total 7,34 ribu ton sampai akhir Juni lalu.
Sedangkan untuk CPPD tingkat kabupaten/kota total ada 13,15 ribu ton yang tersebar di 323 daerah.
Sekretaris Utama (Sestama) Bapanas Sarwo Edhy menyatakan bahwa stok CPP tidak hanya berupa beras.
Pemerintah secara simultan telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi, terutama untuk membangun stok cadangan pangan yang kokoh.
"Kita harus tetap waspada menghadapi El Nino dengan cadangan pangan yang kokoh, produksi yang terus meningkat, distribusi yang semakin kuat serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan kita," ujar Sarwo di Jakarta, dikutip Kamis (9/7).
"Salah satu bukti nyata kesiapsiagaan tersebut adalah Indonesia mempunyai Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang ada di Bulog saat ini mencapai 5,2 juta ton. Ada pula stok CPP dengan komoditas selain beras," tambah Sarwo.
Selain beras, stok CPP dalam bentuk jagung pakan per 8 Juli masih terdapat sebanyak 188 ribu ton.
Stok jagung pakan ini disalurkan untuk peternak unggas melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga yang lebih ekonomis.
Selanjutnya, stok CPP dalam bentuk minyak goreng 1,1 ribu kiloliter yang dikelola Perum Bulog dan ID Food.
CPP gula konsumsi masih ada sekitar 2,79 ribu ton yang juga ada di Bulog dan ID Food. CPP dalam bentuk daging ayam ada 38 ton di ID Food.
Sementara untuk komoditas yang sifatnya perishable atau mudah membusuk atau mudah rusak, seperti cabai, bawang merah, dan telur ayam ras, Bapanas yakin mampu ditopang dari produksi pangan dalam negeri secara reguler.