RAKYAT SULTRA.id-Timnas Mesir merasa menjadi korban keputusan kontroversial wasit saat kalah dramatis 2-3 dari Argentina pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Atlanta.
Penyerang Mostafa Ziko dan pelatih Hossam Hassan sama-sama melontarkan kritik keras setelah sejumlah keputusan Francois Letexier dinilai merugikan perjuangan The Pharaohs hingga gagal melaju ke perempat final.
Laga tersebut berubah menjadi salah satu pertandingan paling dramatis di Piala Dunia 2026.
Argertina yang berstatus juara bertahan mampu membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal dua gol melalui tiga gol pada menit ke-79, 83, dan 93 untuk memastikan kemenangan 3-2.
Mengapa Mostafa Ziko Menilai Mesir Dirampok Wasit?
Salah satu momen paling diperdebatkan terjadi ketika gol spektakuler Ziko dianulir setelah VAR menilai terjadi pelanggaran terhadap Lisandro Martinez pada awal proses serangan.
Keputusan itu langsung memicu protes keras dari kubu Mesir.
Ironisnya, Ziko justru menerima kartu kuning karena melepas jersey saat merayakan gol yang akhirnya dibatalkan. Meski demikian, ia tetap berhasil mencetak gol sah pada menit ke-67 untuk membawa Mesir unggul 2-0.
Usai laga, Ziko tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit. "Kami menampilkan performa hebat melawan juara dunia," ujar Ziko dikutip dari FoxSports, Rabu (8/7/2026).
Ia melanjutkan, "Saya tidak tahu apa yang terjadi di babak kedua. Hal-hal aneh terjadi yang dilihat semua orang. Itu sangat jelas, seperti matahari di siang bolong."
Ziko kemudian melontarkan tudingan paling keras. "Wasit telah merampas hasil jerih payah seluruh bangsa. Selamat,Argertina, atas kemenangan di Piala Dunia."
Pemain tersebut juga menolak memberikan pujian penuh kepada Argentina. "Seandainya mereka menang semata-mata karena kemampuan mereka sendiri, situasinya akan sangat berbeda bagi kami," katanya.
Sejumlah Keputusan VAR Jadi Sorotan Mesir
Kontroversi tidak hanya berhenti pada gol Ziko yang dianulir. Tim Mesir juga merasa dirugikan karena tidak memperoleh hadiah penalti ketika Mohamed Salah dijatuhkan di dalam kotak penalti.
Protes keras dari bangku cadangan membuat salah satu anggota staf pelatih Mesir menerima kartu merah. Situasi semakin memanas karena para pemain merasa insiden tersebut sama sekali tidak mendapatkan pemeriksaan VAR.