RAKYAT SULTRA.id-Pemerintah Indonesia akhirnya memutuskan mengirim delegasi resmi ke upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, setelah sebelumnya mendapat kritik dari diplomat senior Dino Patti Djalal serta mendapat sorotan dari akun resmi Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia terkait absennya delegasi tingkat tinggi dari Jakarta.
Delegasi Indonesia rencananya dipimpin Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono bersama Ketua MPR Ahmad Muzani. Kehadiran keduanya disebut sebagai bentuk penghormatan kepada Ayatollah Khamenei sekaligus menjaga hubungan diplomatik Indonesia dengan Republik Islam Iran.
Keputusan ini menjadi perubahan sikap pemerintah setelah sebelumnya Indonesia hanya menunjuk Duta Besar RI di Teheran sebagai perwakilan resmi.
Langkah tersebut memicu kritik karena dinilai tidak sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif, terlebih banyak negara lain mengirim delegasi setingkat menteri hingga kepala negara.
Diplomat senior sekaligus mantan Wakil Mentri luar negri, Dino Patti Djajal, sebelumnya mempertanyakan alasan Indonesia tidak memenuhi undangan Iran.
Namun, pemerintah masih menunggu konfirmasi dari otoritas Iran mengenai waktu dan lokasi pelaksanaan yang dapat dihadiri delegasi Indonesia.
"Kita berencana hadir. Kami masih menunggu jawaban, waktu, dan tempat di mana kita bisa menghadiri upacara pemakaman tersebut. Seperti kita ketahui juga ada prosesi yang dilakukan terkait dengan rangkaian acara dari pemakaman," ujar Sugiono di Jakarta, Senin (6/7).
Menurut Sugiono,komunikasi dengan pemerintah Iran terus berlangsung. Besarnya jumlah pelayat membuat pihak Iran masih mengatur lokasi yang dapat menerima kunjungan para delegasi asing.
"Dari komunikasi yang terus kita lakukan, karena penghormatan terhadap beliau sangat besar, kemudian massa juga sangat besar di sana, pihak Iran masih mencoba untuk mencari titik atau spot menerima kunjungan ini," katanya.
Awalnya Hanya Dubes RI yang Ditugaskan
Sugiono menjelaskan pemerintah sebenarnya telah menerima undangan sejak awal. Saat itu Indonesia menyampaikan bahwa Duta Besar RI untuk Iran akan mewakili pemerintah dalam rangkaian acara tersebut.
"Kita menerima pemberitahuan atau undangan mengenai acara tersebut dan pada saat itu kita juga sudah mengatakan bahwa yang mewakili pemerintah Indonesia adalah Dubes Indonesia yang ada di Iran," ujarnya.
Keputusan itu, menurut Sugiono, diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek teknis, termasuk padatnya agenda kenegaraan para pejabat di dalam negeri.
Namun, situasi berubah setelah pemerintah memperoleh informasi dari Iran bahwa akses ke salah satu agenda penghormatan hanya diberikan kepada pejabat dengan tingkat jabatan di atas duta besar.
"Kemudian kita mendapatkan konfirmasi bahwa pihak Iran hanya akan memberi akses kepada pejabat di atas dubes," kata Sugiono.