Sukanta memastikan pihaknya terus menguatkan mitigasi dan antisipasi bencana selama musim kemarau.
Tahun ini, musim kemarau di Lebak diprediksi berlangsung pada Juni sampai Desember.
Selain mengantisipasi kemarau, BPBD juga mewaspadai bencana kebakaran permukiman serta kawasan hutan dan lahan, juga penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), diare, pneumonia, dan ISPA.
"Kami juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat untuk penanganan penyakit menular agar tidak menimbulkan kasus Kejadian Luar Biasa (KLB)," katanya menjelaskan.
Sementara itu Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak Endang Komarudin meminta masyarakat agar tetap membudayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) selama kemarau.
Sehingga tidak mudah terserang berbagai penyakit menular, seperti diare, DBD, dan muntaber.
"Kami minta warga agar menjaga lingkungan bersih dan tidak buang air besar di aliran sungai maupun kebun saat musim kemarau, karena berpotensi menimbulkan penyakit diare," kata Endang.