sultra-raya

Komdigi Pekuat Kompetensi Prahum dan Organisasi Kehumasan

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:55 WIB

 

Kompetensi dan Gairah Kerja

Marroli juga menekankan pentingnya memilih ASN yang memiliki gairah (passion) sekaligus kompetensi di bidang komunikasi. Langkah ini diambil untuk menekan potensi polemik atau ketidaktepatan informasi yang sering muncul akibat komunikasi publik yang kurang efektif di daerah.

 

"Komunikasi hari ini sudah jauh melompat dan menjadi semakin kompleks. Jika dulu hanya bersifat searah, sekarang Pranata Humas harus adaptif dan berani belajar melakukan analisis isu, mengelola big data, hingga memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) ," ujarnya.

 

Ia menambahkan bahwa konten komunikasi kini jauh lebih variatif, jika sebelumnya komunikasi ke masyarakat lebih banyak disampaikan melalui siaran pers, saat ini jauh lebih berkembang menggunakan video grafis, media sosial reels, hingga infografis.

 

Sebagai instansi pembina JFPH, Komdigi menggelar Prahum Insight: Sosialisasi Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2025 tentang Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis JFPH dengan mengundang seluruh Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia/Badan Kepegawaian Daerah di Wilayah Provinsi Sumatera, Jawa, dan Kalimantan, Kepala Dinas yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Komunikasi dan Informasi di Wilayah Provinsi Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.

Acara diisi dengan diskusi dan tanya jawab terkait materi yang disampaikan oleh tim instansi pembina prahum yang membahas ketentuan umum kepegawaian bagi JFPH, Pembinaan Karir dan Kompetensi serta Layanan Uji Kompetensi JFPH. (*)

 

Halaman:

Tags

Terkini

Api yang Belum Dijawab RUU Kehutanan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:30 WIB