sultra-raya

Kemendikdasmen Buka SMK Summit dan Job Fair Dikbud Sultra, Tekankan Pentingnya Sinkronisasi Industri dan Potensi Wilayah

Jumat, 28 November 2025 | 13:50 WIB
Dirjen Vokasi Kemendikdasmen saat mengunjungi stand salah satu SMK di Kota Kendari yakni SMK 6 Kendari.

​Kendari, Rakyatsultra.id – Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Tatang Muttaqin SSos MEd PhD yang diwakili Dr Wardani Sugianto MPd Widyaprada Ahli Utama di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), secara resmi membuka kegiatan SMK Summit dan Job Fair Dikbud Sultra pada Kamis (27/11/2025).

​Acara yang mengusung tema "Membangun Generasi Emas Indonesia melalui Pendidikan Vokasi yang Berkualitas SMK Unggul" ini turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra, Aris Badara, serta seluruh Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Bumi Anoa Sulawesi Tenggara.

​Dalam keterangannya kepada media, Tatang Muttaqin menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah yang sangat tepat untuk mendorong peningkatan pendidikan vokasi, khususnya di tingkat SMK.

​"Pendidikan vokasi itu lebih banyak kepada praktik. Hasil project ini perlu diapresiasi dalam bentuk karya, dan sekolah bertugas mengevaluasi apakah sudah mencapai standar atau belum. Jika belum, harus diperbaiki terus menerus," jelas Tatang.

​Tatang Muttaqin juga menyoroti pentingnya Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak industri yang baru saja terjalin. Menurutnya, SMK vokasi didorong oleh kebutuhan industri, sehingga sinkronisasi kurikulum menjadi kunci utama.

​"SMK vokasi itu di-drive oleh kebutuhan industri. Maka, akan terjadi sinkronisasi sesuai dengan permintaan industri. Ujung-ujungnya, lulusan bisa memenuhi pasar industri yang ada di Sulawesi Tenggara, seperti pertambangan, pariwisata, teknologi rekayasa, bisnis, pertanian, dan kelautan. Apalagi kita wilayah kelautan," paparnya.

​Ia yakin bahwa jika MoU berjalan dengan baik, dan praktisi industri mengajar di sekolah sesuai kurikulum yang dibutuhkan, serta dilengkapi dengan sertifikasi, maka keterserapan lulusan SMK akan meningkat secara signifikan.

​Di akhir wawancara, Tatang Muttaqin memberikan pesan penting terkait pengelolaan SMK di daerah. Ia menekankan bahwa pengelolaan SMK harus berakar dari potensi wilayah.

​"Harapan kami dalam pengelolaan SMK ini harus berakar dari potensi wilayah. Potensi wilayah itu harus dikelola oleh daerah kita. Nenek moyang kita berada di sini karena mereka memiliki keterampilan untuk mengelola wilayah ini. Itu adalah pewarisan yang harus dilestarikan," pungkas Tatang. 

 

Tags

Terkini

Api yang Belum Dijawab RUU Kehutanan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:30 WIB