Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Kelas II Kendari Letkol Marinir Agus Winarto, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae
KENDARI, Rakyatsultra.com — Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Kelas II Kendari Letkol Marinir Agus Winarto menemui ratusan buruh bongkar muat TKBM Tunas Bangsa Mandiri yang sudah dua pekan tidur di gedung DPRD Sultra. Sabtu (26/2/2022) Siang. Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Kelas II Kendari Letkol Marinir Agus Winarto tiba di geduang DPRD Sultra bersama Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae dan Manajer SDM dan Umum PT Pelindo Cabang Kendari, Alfian Achmad.
BACA JUGA : Kepala KSOP Kendari Letkol Marinir Agus Winarto, Tantang Warga untuk Melapor Kepada Tuhan
Namun, kehadiran Letkol Marinir Agus Winarto tak mendapat respons positif dari para buruh yang sedang diliputi emosi.
Saat perwira angkatan laut itu berbicara di depan para buruh bongkar muat untuk memberikan klarifikasi, hujatan kepadanya justru saling bersahutan. " KSOP bersama Pelindo tak bermaksud menghalangi pekerjaan buruh, namun TKBM ini tak boleh bertikai," ujar Agus
" Pembohong, pembohong !!," teriak para buruh TKBM di depan Letkol Marinir Agus Winarto
Para buruh mengaku sudah bosan dengan pernyataan yang terkesan memprovokasi sesama buruh TKBM Tunas Bangsa Mandiri.
BACA JUGA: Wakil Ketua Komisi V DPR RI Jemput Langsung Kepala KSOP Bungkutoko dan Manager Pelindo Kendari Guna Temui Buruh TKBM
Advokat TKBM Koperasi Tunas Bangsa Mandiri, Joko menyampaikan bahwa ratusan buruh TKBM Tunas Bangsa Mandiri menuntut agar aktifitas bongkar muat di Pelabuhan Bungkutoko atau Pelindo IV dikerjakan oleh mereka sesuai aturan yang telah disepakati.
“Sudah 15 hari kami bermalam di sini, kami tidak akan pulang sebelum ada kepastian dari pemerintah, DPRD, KSOP, maupun pihak Pelindo sendiri,” kesal Joko.
Joko bilang mereka tak lagi dipekerjakan di pelabuhan sejak setahun lebih. Bongkar muat diambil alih oleh pihak Pelindo IV Kendari bahkan dikerjakan oleh TKBM Koperasi Karyawan Karya Bahari.
-
“Yang pasti koperasi kami, (TKBM Koperasi Karyawan Tunas Bangsa Mandiri) yang sah dan diakui di Sultra. Jadi, seharusnya kami harus dipekerjakan kembali,” tambahnya.
Selama setahun lebih ini, buruh yang biasa mendapatkan pundi-pundi rupiah di Pelabuhan New Port Kendari, harus bekerja serabutan untuk memenuhi kehidupan anak istri mereka.
Jasa mereka yang tidak lagi digunakan, membuat mereka kebingungan untuk mencari kerja. Padahal, di perjanjian awal sebelum menjual tanahnya mereka dijanjikan akan bekerja di tempat itu selamanya.
“Kasian kami merasa ditipu. Waktu tanah kami mereka beli, katanya kita yang akan kerja. Tapi sekarang kita seperti orang yang terlantar di wilayah sendiri,” tandasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, langsung turun tangan menyelesaikan masalah tersebut. Kedatangan Ridwan Bae pun disambut suka cita seluruh buruh yang ada di gedung DPRD Sultra.
BACA JUGA: Sesalkan Pernyataan Kepala KSOP Kendari, DPRD Kendari: Emang Dia Siapa, Emang Negara Ini Dia Yang Kelola Sendiri !
“Saudara-saudaraku, saya cukup prihatin dengan keadaan ini. Saya akan segera selesaikan masalah kalian. Siap-siap saja, beberapa perwakilan TKBM maupun pejabat lainnya akan berangkat ke pusat, karena ini masalah diambil alih oleh pusat,” ujarnya di hadapan ratusan buruh.
Ridwan berjanji, dalam waktu dekat seluruh buruh yang mengalami PHK sepihak akan segera dipekerjakan kembali di tempat tersebut. (P2)