Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir bersama Kepala Dikmudora Kota Kendari saat menjadi pembicara pada acara Coffe Morning membangun profil pelajar pancasila di Kota Kendari
KENDARI - Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari mengadakan Coffe Morning bertajuk "Membangun Profil Pelajar Pancasila untuk Mewujudkan Kota Kendari sebagai Koya Layak Huni Berbasis Ekologi, Informasi dan Teknologi", Sabtu (19/2) pada salah satu Warung Kopi.
Dalam kesempatan ini, Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir dan Kepala Dikmudora Kota Kendari, Makmur menjadi pembicara yang dihadiri sejumlah Kepala Sekolah SD/SMP tingkat Kota Kendari dan juga penerbit buku PT Intan Pariwara, Penerbit Erlangga dan Yudhistira yang selama ini menjadi mitra Dikmudora dalam menyediakan buku-buku ajar yang berkualitas bagi peserta didik.
Makmur mengatakan, pelaksanaan coffe morning bukan tanpa alasan, melainkan menjadi wadah dalam menyosialisasikan program-program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), seperti program merdeka belajar.
"Merdeka belajar dilaksanakan dengan beberapa kegiatan yang dilakukan secara nasional. Pertama kegiatan program guru penggerak, kegiatan program sekolah penggerak dan kegiatan program organisasi penggerak. Tujuan utama adalah membangun profil pelajar pancasila yang ada enam karakter yang harus dimiliki oleh setiap pelajar profil pancasila. Oleh karena itu kami menghadirkan teman-teman perwakilan dari penerbit buku yang selama ini menjadi mitra kerja Dikmudora dalam memasok buku-buku bermutu bagi sekolah-sekolah di Kota Kendari," ungkap Makmur dalam sambutannya.
Selain itu, lanjut Ketua PGRI Kota Kendari, melalui coffe morning juga pihaknya bisa membangun konsolidasi dengan awak media dalam menyebarluaskan informasi terkait program-program kerja Dikmudora Kota Kendari kepada masyarakat luas.
"Kami juga undang wartawan karena kami ingin konsolidasi terkait program-program Dinas Pendidikan, Kepemudaam dan Olahraga yang selama ini disiarkan teman-teman media. Kami juga ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa Dikmudora memiliki beberapa program-program unggulan diantaranya, mendorong pelaksanaan program guru penggerak, sekolah penggerak, organisasi penggerak yang hari ini dan seterusnya akan dilakukan oleh Dikmudora berupa pembangunan karakter peserta didik menjadi profil pelajar pancasila," terang Makmur.
Sementara itu, Wali Kota menuturkan bahwa kaitan pelajar Pancasila dalam konteks visi misi Kota Kendari sebagai kota layak huni, berbasis ekologi, informasi dan teknologi perlu ada sebuah penceminan suatu pendidikan kedepannya.
“Kalau dikaitkan dengan visi misi Kota Kendari, saya berpandangan bahwa kita harus bisa memproyeksi seperti apa situasi kedepan, sehingga karakter Pancasila yang kita maksudkan pada anak-anak kita pada generasi muda kita itu sesuatu yang klop begitu,” ujar orang nomor satu di Kota Kendari ini.
Profil Pelajar Pancasila tertuang dalam dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 22 tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2020-2024.
Dimana, Profil Pelajar Pancasila memiliki enam ciri utama, yakni beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis dan kreatif.
Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia. Pelajar Indonesia yang berakhlak mulia adalah pelajar yang berakhlak dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa. Pelajar Pancasila memahami ajaran agama dan kepercayaannya serta menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Berkebinekaan global. Pelajar Indonesia mempertahankan kebudayaan luhur, lokalitas, dan identitasnya, dan tetap berpikiran terbuka dalam berinteraksi dengan budaya lain. Perilaku pelajar Pancasila ini menumbuhkan rasa saling menghargai dan memungkinkan terbentuknya budaya baru yang positif dan tidak bertentangan dengan budaya luhur bangsa.
Gotong royong. Pelajar Indonesia memiliki kemampuan gotong royong, yaitu kemampuan pelajar Pancasila untuk melakukan kegiatan secara bersama-sama dengan suka rela agar kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan lancar, mudah dan ringan.
Elemen kunci gotong royong adalah kolaborasi, kepedulian, dan berbagi.
Mandiri. Pelajar Indonesia adalah pelajar mandiri, yaitu pelajar Pancasila yang bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya. Elemen kunci mandiri adalah kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi dan regulasi diri.
Bernalar Kritis. Pelajar yang bernalar kritis adalah pelajar Pancasila yang mampu secara objektif memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif, membangun keterkaitan antara berbagai informasi, menganalisis informasi, mengevaluasi, dan menyimpulkannya.
Kreatif. Pelajar yang kreatif adalah pelajar Pancasila yang mampu memodifikasi dan menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermakna, bermanfaat, dan berdampak.
Dikesempatan ini juga diumumkan juara pemenang Sekolah Sehat tingkat Kota Kendari tahun 2021.
Pemenang sekolah sehat tingkat Sekolah Dasar (SD) yaitu, SD 96 Kendari sebagai juara satu, SD IT Al Qalam Kendari juara kedua dan MIS Al Mu’minin juara ketiga.
Sedangkan untuk pemenang sekolah sehat tingkat SMP yaitu, SMPN 2 Kendari juara pertama, SMPN 3 Kendari juara kedua dan SMPN 13 Kendari juara ketiga. (r6)