sultra-raya

Pemprov Optimalkan Persiapan New Normal di Semua Bidang

Senin, 15 Juni 2020 | 14:42 WIB
Pemprov Optimalkan Persiapan New Normal di Semua Bidang   KENDARI - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara adalah salah satu provinsi di Indonesia dengan penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Sejak adanya kasus Covid-19 masuk ke Sultra, akhir Februari 2020, seluruh jajaran dikerahkan untuk memutus mata rantai penyebaran virus yang telah mendunia tersebut. Lebih kurang tiga bulan bergelut dengan penanganan Coronavirus, Pemprov Sultra mampu menunjukkan performa yang baik, bahkan mendapatkan penghargaan dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pusat yang dikoordinasi BNPB Nasional. Kini, sesuai instruksi pemerintah pusat, Pemprov Sultra pun menatap tatanan kehidupan baru kedepan dengan penerapan new normal di segala lini kehidupan masyarakat. Pemprov berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat melalui penerapan new normal agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan baik namun dengan pola yang baru. Persiapan pemprov untuk pola kehidupan baru itu dikupas dalam Talk Show virtual bertajuk "Sultra Menuju New Normal" yang digagas Diskominfo Sultra dan dinas terkait lainnya, Sabtu (13/6). Dalam kegiatan yang dikemas dalam bentuk sosialisasi ke masyarakat tersebut menghadirkan Plt Sekda Sultra, La Ode Ahmad Pidana. B. AP.,MSi, Kadishub Sultra Hado Hasina, Kepala BPBD Sultra Boy Ihwansyah, Plt Kadis Pendidikan Asrun Lio, Plt Kadis Kesehatan Muh Ridwan, dan Plt Kadis Kominfo Sultra Saifullah. La Ode Pidana mengatakan, Pemerintah Provinsi Sultra sangat siap menyongsong tatanan kehidupan baru dengan membiasakan prilaku dan protokol selama masa pendemi. Seperti menggunakan masker, rajin mencuci tangan, berolahraga rutin, membawa hansanitizer dan mibiasakan hidup bersih dan sehat. Tetapi paling penting, kata dia bagaimana masyarakat dalam pola tatanan baru itu, hadir di setiap rumpun kehidupannya. Dia mencontohkan, bagaimana seorang karyawan bekerja di pabrik dengan protokol kesehatan yang ketat. "Artinya seluruh elemen masyarakat melakukan penyesuaian di semua sektor baik industri, perdagangan, pendidikan , transportasi, makanan, pariwisata, dan sektor-sektor lainnya," katanya. Dia mengatakan, sosialisasi akan dilakukan secara terus menerus, sehingga masyarakat akan terbiasa dengan pola kehidupan baru tersebut. Pemerintah sendiri dalam menyongsong new normal tidak serta merta menerapkan tanpa berbasis data dan fakta. Mulai jumlah kasus baru, pemetaan klaster, pemetaan zona penularan hingga langkah-langkah penanganan dan pencegahan. Pemerintah tidak gegabah menerapkan new normal. Kata sekda, pemerintah tidak ingin dengan hadirnya new normal justru menambah jumlah kasus baru. Untuk itu, pemerintah akan berperan optimal mempersiapkannya di segala lini. Kinerja ASN pun saat ini, kata dia, sedang dalam penataan baru. Para ASN sudah mulai masuk kerja untuk pelayanan masyarakat namun dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Dari kinerja ASN, kata dia, dapat menjadi contoh bagaimana new normal yang sebenarnya. Sehingga hal ini akan menjadi wadah edukasi bagi masyarakat. "Tatanan new normal di jajaran ASN sangat menjadi perhatian penting, harus mengikuti protokol kesehatan sebab ini menjadi contoh," ungkapnya. Dia mengharapkan dukungan masyarakat terhadap penerapan new normal agar bisa berjalan sesuai harapan. Hal ini penting sebagai upaya pemulihan ekonomi secara keseluruhan. Oleh karena itu, semua lini kehidupan harus siap. Menurut dia, tanpa adanya peran serta masyarakat dalam mendukung setiap pogram atau kebijakan yang dikeluarkan, maka hasilnya tidak akan maksimal bahkan bisa menjadi masalah baru. Pemprov Sultra bersiap menuju new normal   Semua Harus Berperan untuk Suksesnya New Normal Pemerintah Provinsi Sultra menyerukan adanya kerja sama semua pihak dalam menyukseskan tatanan kehidupan baru (new normal). Pemerintah, masyarakat, aparat, swasta, pelaku bisnis, pelaku ekonomi, pelaku dan pegiat pendidikan, pelaku pariwisata dan budaya, masyarakat yang beraktivitas ibadah, dan seluruh elemen masyarakat lainnya sangat diharapkan peran sertanya. Dukungan seluruh pihak penting untuk dapat menyukseskan pola kehidupan baru setelah pandemi Covid-19 ini. Di bidang kesehatan adalah salah satu lini yang menjadi perhatian. Kepala Dinas Kesehatan Sultra Muh Ridwan menjelaskan, fungsi kesehatan di saat pandemi Covid-19 adalah bagaimana menurunkan angka kesakitan dan menjaga angka kesakitan tersebut sehingga tidak terjadi lagi lonjakan kasus Covid-19 di masa New Normal jika sudah berlaku. Protokol kesehatan benar-benar menjadi perhatian dalam aktivitas pelayanan kesehatan. Menggunakan masker, jaga jarak, menyiapkan media cuci tangan adalah beberapa hal yang wajib diterapkan di bidang kesehatan. Seluruh APD pun dipersiapkan dan disebar ke seluruh wilayah Provinsi Sultra. Saat ini, pemerintah sedang terus mencari masyarakat yang kemungkinan terpapar virus melalui rappd test massal dan gratis. Dengan begitu bisa cepat tertangani dan dapat memutus virus secara cepat. Dinas perhubungan Provinsi Sultra menyiapkan diri menuju situasi new normal dengan tetap melakukan upaya pencegahan secara terstruktur. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Dr H Hado Hasina mengungkapkan, upaya yang dilakukan oleh dinas perhubungan sendiri yaitu menyediakan posko-posko siaga Covid-19 untuk penanganan masyarakat yang menggunakan transportasi. Dirinya menekankan agar tetap mewaspadai bahwa simpul transportasi penyumbang proses terjadinya transmisi penyebaran virus corona. Olehnya itu, fokus harus diperhatikan protokol kesehatan jika ingin melakukan perjalanan transportasi. Pihaknya mengatur secara ketat protokol kesehatan Covid-19 dengan memberikan pengawasan secara optimal pada tempat-tempat yang rentan berkumpulnya orang termasuk pada sektor angkutan laut seperti selalu menjaga kebersihan dengan rajin cuci tangan, tetap memakai masker dan physical distancing. Di bidang pendidikan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Drs Asrun Lio M. Hum, P.Hd menyebut jika Gubernur Sultra benar-benar mengimplementasikan tatanan kehidupan baru atau new normal, Dikbud sudah siap. Persiapan Dikbud di antaranya adalah menyiapkan 300 ribu masker dan 1.000 wastafel portable untuk siswa dan guru SMA/SMK dan SLB se-provinsi Sultra. Bantuan ini sedang dalam proses penyerahan ke kabupaten/kota untuk diteruskan ke sekolah-sekolah. Bantuan gratis ini adalah bentuk kepedulian terhadap pencegahan dan penularan penyakit menular terutama covid-19 dalam lingkup pendidikan di Sultra. Menurut Asrun Lio, jika semua bantuan ini sudah tersalurkan ke sekolah-sekolah, maka Dikbud Sultra secara umum, sudah bisa menerapakan new normal di sekolah. Saat ini juga, Diskominfo Sultra terus siaga sebagai bagian penting untuk sosialisasi new normal ke masyarakat. Plt Kadis Kominfo Sultra Saifullah mengaku peran Dinas Kominfo dalam percepatan penanganan dan Pencegahan Covid-19 di Sultra sebagai ujung tombak penerapan New Normal. Pemberlakuan tatanan hidup baru ini tidak berarti coronavirus di Sultra telah hilang dan protokol kesehatan diabaikan. Melainkan pemberlakuan protokol kesehatan dan pola hidup sehat semakin ditingkatkan dan diharapkan dapat menjadi kebiasaan sehari-hari. Protokol kesehatan yang harus dijalankan tersebut yakni tetap menerapkan pemeriksaan suhu tubuh, cuci tangan dengan air dan sabun atau pencuci tangan berbasis alkohol. Kewajiban menggunakan masker tanpa terkecuai, menjaga kebesihan lingkungan, kebersihan makanan dan tetap menjaga jarak. Untuk mendukung pemberlakuan new normal ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sultra mengadakan sejuta masker. Masker tersebut diperuntukkan bagi masyarakat agar tetap mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan. “Pengadaan masker ini tentunya tidak sebanding dengan jumlah penduduk di Sultra, namun diharapkan bisa mencukupi,” ucap Kepala BPBD Sultra Ir H Boy Ihwansyah MT. (rs/adv)

Tags

Terkini

Api yang Belum Dijawab RUU Kehutanan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:30 WIB