sultra-raya

Ketua Yayasan Kartika: Guru Harus Berantas Narkoba

Kamis, 29 September 2016 | 14:07 WIB

-
Danrem 143/HO sedang memberikan sambutan kepada pengurus yayasan dan tenaga pendidik Yayasan Kartika.(SUIYATRI/Rakyat Sultra) KENDARI, RSONLINE - Ketua Yayasan Kartika Jaya Koordinator Korem 143/HO Cabang XX Wirabuana, Wulansari I Ginting mengimbau kepada seluruh tenaga pendidik seluruh satuan pendidikan di bawah naungan Korem untuk senantiasa memperketat pengawasan dan pendampingan terhadap siswa dalam memberantas peredaraan narkoba.

Hal ini disampaikannya saat menyampaikan sambutan dalam agenda rapat koordinasi dan evaluasi kerja Yayasan Kartika, Selasa (27/9).

Menurutnya, saat ini narkoba merupakan musuh besar bagi setiap siswa. Olehnya, tenaga pendidik harus lebih peka dan ketat dalam melakukan pengawasan terhadap seluruh siswa.

"Narkoba merupakan musuh besar bagi kita semua, sudah merupakan tanggung jawab kita bagi orang rtua dan guru dalam mengawasi tingkah anak didik kita. Makanya saya minta guru harus lebih ketat lagi soal penanganan peredaran narkoba ini," tegasnya.

Bukan hanya itu, istri Komandan Korem 143/HO itu meminta tenaga pendidik untuk selalu memberikan semangat dan dorongan moral kepada anak didik. Anak didik kata dia, harus bisa dan mempu menjalankan pendidikan dengan baik dan benar. Menurutnya, guru merupakan contoh yang patut dicontoh para siswa. Olehnya, para guru juga senantiasa menerapkan disiplin tepat waktu.

"Kalau ada yang bilang kalau Kartika itu disiplinya ketat, itu benar karena kami tidak mau ada siswa dan tenag pendidik dalam menimba ilmu ogah-ogahan. Guru harus menjadi contoh yang baik bagi siswa. Makanya harus benar-benar disiplin mulai pada diri sendiri," terangnya.

Hal senada diungkapkan Komandan Korem 143/HO Kolonel Inf Imanual Ginting SE. Kata dia, anak merupakan aset bagi setiap orang tua. Selain itu, anak-anak juga merupakan generasi penerus bangsa. Sehingga menurutnya, siswa-siswa yang berada di Yayasan Kartika sudah selayaknya mendapatkan pelajaran yang baik dan benar.

"Di tangan anak-anak didik kitalah nasib bangsa ini dipertaruhkan. Oleh karena itu pendidikan anak sedini mungkin harus kita siapakan dengan sebaik-baikanya agar gelak bisa menjadi generasi penerus bangsa yang dapat kita andalkan," tegasnya.

Dijelaskannya, dalam dunia pendidikan ada tiga pilar penting dalam proses pendidikan seorang anak yakni sekolah, masyarakat dan keluarga. Keluarga kata dia, sangat menentukan proses pembentukan kepribadian anak. Sedangkan sekolah merupakan lanjutan dari pendidikan keluarga. Kendati demikian, melalui sekolah diharapkan anak dapat mengisi ilmu dan pengetahuan serta keterampilan agar kelak bisa hidup mandiri.

Demikian juga dengan masyarakat, lanjut Imanuel pendidikan yang didapatkan dari lingkungan masyarakat juga sangat menentukan dalampembentukan karakter seorang anak. Seorang anak yang tinggal di lingkungan masyarakat yang kurang baik, tentunya akan membentuk karakter yang kurang baik juga.

Olehnya, dirinya meminta agar orang tua bisa berperan aktif dalam mendidik anak dengan baik dan benar. begitupula dengan guru-guru di sekolah untuk senantiasa menjaga dan mengembangankan potensi yang dimiliki setiap anak.

"Pendidikan yang didapat kepada keluarga atau orang tua itu sangat penting. Makanya saya minta orang tua siswa bisa menerpakan pembelajaran yang baik, begitupula dengan tenaga pendidik, saya sangat berharap anak-anak kita bisa menjadi penerus bangsa ini," harapnya. (*/b)

Tags

Terkini

Api yang Belum Dijawab RUU Kehutanan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:30 WIB