Wakil Ketua Kadin Sultra, Sulkarnain Kadir SE mengatakan, pihaknya juga akan menggandeng penemu pakan ikan ramah lingkungan untuk meningkatkan produksi udang sitto di Sultra.
"Udang sitto juga menjanjikan untuk dikembangkan di Sultra. Karena itu, perlu diadakan kerjasama dengan penemu pakan udang ramah lingkungan yang sudah terbukti membantu penambak udang di Kabupaten Kolaka," ujar Sulkarnain, saat ditemui diruang kerjanya, Senin (26/9).
Ketua Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia (JPMI) Sultra ini juga mengatakan, dengan kerjasama yang dibangun bisa memperkecil pengeluaran yang dilakukan oleh penambak. Selain itu pula, kata Owner Hikmah Futshal ini, hasil yang menguntungkan dari sisi biaya produksi oleh penambak juga dapat membantu program pemerintah setempat.
Ditempat terpisah, penemu pakan udang ramah lingkungan, Agus Kurnia SPi MSi PhD, mengapresiasi upaya yang dilakukan Kadin Sultra untuk terus mengenjot peningkatan pelaku usaha di daerah. Apa lagi, kata dia, pakan udang yang diciptakannya memiliki komposisi yang mudah dijangkau. Pakan udang tersebut, berasal dari keong bakau dan minyak kelapa.
"Pakan udang ramah lingkungan ini adalah sumber protein dan lemak alternatif yang digunakan untuk menggantikan minyak ikan. Bahan dasar pembuatan pelet udang yang juga digunakan sebagai protein yaitu keong bakau (burungo) dan minyak kelapa, baik kelapa tradisonal maupun minyak sawit sebagai lemak," ungkapnya Agus.
Ketua Jurusan Budidaya Perairan FPIK UHO ini, mengungkapkan jika pakan udang temuannya memiliki kelebihan dibandingkan dengan pakan udang komersial pada umumnya.
"Kami telah menguji dengan menyimpan pakan udang komersial dengan pakan yang telah kami formulasikan kedalam masing-masing anco (tempat penyimpan pakan), anco hasil temuan kami lebih cepat habis dalam waktu satu jam sedangkan pada pakan komersial dua jam belum habis," imbuhnya.
Akademisi yang telah menempuh S3 di Jepang ini juga mengatakan, pihaknya telah membuat demplot untuk penelitian, dalam demplot tersebut berisi udang yang menggunakan pakan yang telah diformulasikannya. Hasil dari uji coba itu juga menunjukan bahwa udang yang menggunakan pakan buatannya lebih berat jika dibandingkan dengan pakan komersil lainnya."Uji coba dengan menggunakan demplot ini dilakukan dalam waktu tiga bulan. Hasilnya sangat memuaskan," katanya. (p3/b/put)