sultra-raya

Tiap Desa Didorong Miliki Produk Unggulan

Senin, 26 September 2016 | 11:46 WIB
Seminar Sehari, Desa Maju Konsel Hebat JUFRIANTO KASIM / Rakyat Sultra

-
Seminar Sehari, Desa Maju Konsel Hebat (JUFRIANTO KASIM / Rakyat Sultra)

RAKYATSULTRA.COM, KENDARI - Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA), namun membutuhkan pengelolaan yang tepat, agar hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat konsel yang sebahagian besar berprofesi sebagai petani.

Karenanya itu, seluruh kepala desa di kabupaten Konsel didorong harus mampu memiliki produk unggulan di desanya, yang bisa menjadi pendapatan utama warga desa.

Sebab Pemkab Konsel saat ini telah menjalin kerjasama berbagai pihak terkait untuk mengamankan dan membeli hasil produk unggulan petani di desa. Dengan langkah tersebut, desa terpadu di konsel bisa terwujud, sehingga desa-desa memiliki daya saing, dan tidak lagi dililit para rentenir.

Demikian hal tersebut kemukakan Bupati Konawe Selatan Surunuddin Dangga saat ditemui koran ini dalam kegiatan seminar sehari bertajuk "Desa Maju Konsel Hebat", Sabtu 24 September bertempat di Grand Clarion Hotel and Convention Kendari, yang dihadiri seluruh Kades dan perangkat desa se kabupaten Konsel.

Surunuddin menyampaikan, luas wilayah daratan kabupaten Konsel sekira 420 Ha atau 11,83 persen dari luas wilayah daratan Sulawesi Tenggara dan luas wilayah perairannya mencapai ± 9.368 km2, harus dikelola dengan konsep terpadu.

Diungkapkannya, meski banyak anggaran yang turun ke desa-desa, seperti anggaran dari provinsi, hingga anggaran dana desa dari APBN, jika dikelolah tanpa menggunakan konsep yang jelas maka akan jadi sia-sia tanpa sasaran yang jelas.

Menurut mantan anggota DPRD Sultra, konsep Desa Terpadu yang dimaksud adalah Terpadu dari sisi perencanaan, penganggaran dan pemenuhan Sumber Daya Manusia (SDM).

"Jadi konsep terpadu itu kita ingin agar ada perencanaan sasaran pembangunan, ada penganggaran pekerjaan yang jelas, dan ada pembangunan SDM yang memadai," ujarnya.

Selain itu, Surunuddin juga menyampaikan, kedepan para kepala desa harus melakukan pemetaan terhadap daerah yang dia pimpin.

Dikatakannya pemda Konsel akan mewajibkan setiap kepala desa agar memiliki produk unggulan minimal dua produk, sehingga tugas Pemda tinggal mendatangkan investor baik dari pemerintah maupun swasta untuk membeli produk-produk unggulan dari masyarakat desa.

"Jadi kita mendorong desa untuk memetakan potensi yang mereka miliki, setelah itu kita akan mewajibkan setiap desa harus punya dua produk unggulan. Untuk mewujudkan itu kita butuh sinergitas yang baik, kepala desa harus berjalan beriringan dengan perangkat desa, SKPD harus turun tangan melihat kebutuhan dan kami juga selaku pimpinan daerah akan senantiasa memonitoring kebutuhan desa," paparnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Konsel Arsalim Arifin yang menjadi salah satu narasumber Seminar mengungkapkan, berbicara tentang "Desa Maju Konsel Hebat" maka untuk mewujudkannya semua pihak harus secara bersama-sama.

Menurutnya, sesuai dengan arahan dari Presiden RI, maka saat ini pembangunan yang akan digenjot harus dari desa. Sebab jika desa sudah mampu mandiri dalam segala hal, maka pemerintah pusat akan sangat terbantu dalam mewujudkan yang namanya kesejahteraan.

Mantan Kepala Bappeda Konsel ini berpendapat, jika seluruh pihak ingin mewujudkan "Desa maju Konsel Hebat", maka Pemda maupun desa harus membuat langkah strategis dalam mengelolah desa, salah satunya seperti yang dikatakan Bupati Konsel melalui Desa Terpadu.

Halaman:

Tags

Terkini

Api yang Belum Dijawab RUU Kehutanan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:30 WIB