sultra-raya

Tim Sepaktakraw Beregu Sultra Keok

Sabtu, 24 September 2016 | 13:58 WIB
Tim sepaktakraw Sultra (biru) di PON XIX Jabar.

Ketgam : Tim sepaktakraw Sultra saat melawan tim Jateng di GOR Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Selasa (20/9).

BANDUNG - Tim sepaktakraw beregu putra Sultra, mengikuti jejak voli pasir, tinju dan karate, di PON XIX Jabar. Tim Sultra menelan tiga kali kekalahan berturut-turut tanpa balas. Pada hari pertama, Selasa (20/9), Sultra kalah dari Jawa Tengah (Jateng). Selanjutnya, Sultra kalah pada Jogjakarta dan Bengkulu pada Rabu (21/9).

Pada pertandingan melawan Jateng, Sultra kalah telak dengan skor 2-0. Pada babak pertama, Sultra takluk dengan skor 21-8. Selanjutnya, pada babak kedua, Sultra dikalahkan dengan skor 21-11.

Saat melawan Jogjakarta, Sultra juga kalah dengan skor 2-0. Anak didik Heriansyah ini tumbang dengan skor 21-12 dan 21-19.

Kekalahan Sultra ini, dilanjutkan dengan ketidakmampuan tim yang berlatih tiga bulan di KONI Sultra, melawan pesepaktakraw asal Bengkulu. Pada pertandingan ini, dimenangkan tim Bengkulu dengan skor 2-0. Babak pertama, Sultra dikalahkan dengan skor 21-16 dan pada babak kedua kalah dengan skor 21-19.

Dengan keoknya tim Sultra pada nomor sepaktakraw beregu, tinggal satu harapan tim Sultra. Pada Minggu (25/9), Sultra masih akan bertanding pada nomor double event. Nomor yang akan diikuti ini, diketahui merupakan nomor yang diloloskan pada Pra-PON yang digelar di Sultra pada 2015 lalu.

Saat pertandingan hari pertama, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sultra, Tasman Taewa, ikut menyaksikan langsung aksi tim Sultra. Kekecewaan terpancar dari raut wajah Komandan Satgas Pelatda PON XIX ini ketika banyak service yang dilakukan atlet Sultra sering tidak menyeberangi net.

Manager sepaktakraw Sultra, Arifin Godo, tidak mampu berkomentar banyak terkait kekalahan tim Sultra. Namun, pantauan wartawan kekalahan tim Sultra, salah satunya karena jadwal pertandingan tim Sultra yang selesai menjelang pagi hari.

"Namun, diluar dari itu, tim Sultra memang membuang banyak kesempatan. Berkali-kali servis tidak masuk, ini menjadi pelajaran bagi atlet untuk memaksimalkan servis awal kedepannya, " kata Arifin Godo.(r5/b/hum)

Tags

Terkini