Laporan Jurnalisme Warga:
Rahmat Setiawan, Wawonii
Pagi itu, Minggu (6/4/2025) penulis bersama beberapa teman mengunjungi air terjun Tumburano yang terletak di Desa Lansilowo, Kecamatan Wawonii Utara, Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara. Kami telah mendengar banyak cerita tentang keindahan alamnya yang memukau dan keunikan suasananya yang alami, jauh dari kebisingan kota.
Perjalanan menuju air terjun ini cukup menantang, namun kami sudah tidak sabar untuk merasakan keindahannya. Beberapa pengunjung yang pernah ke sana menceritakan, air terjun Tumburano menyuguhkan pemandangan yang luar biasa.
Air mengalir deras dari tebing batu besar membentuk tirai putih yang memukau. Pelangi kecil kerap muncul di dasar air terjun karena pantulan cahaya matahari yang menyentuh percikan air. Pemandangan seperti ini menciptakan nuansa magis yang menenangkan jiwa. Tak hanya indah, objek wisata ini juga menjadi tempat favorit bagi para pencinta petualangan.
Untuk mencapai air terjun Tumburano, kami harus menuju ke Desa Lansilowo, Kecamatan Wawonii Utara dari Langara, ibu kota Kabupaten Konawe Kepulauan. Perjalanan dari Kelurahan Langara Laut ke Desa Lansilowo membutuhkan waktu sekitar 40 menit hingga 1 jam dengan kendaraan roda dua.
Kami berangkat sekitar pukul 09.00 Wita. Jalanan yang kami lewati adalah kombinasi antara aspal dan jalan bebatuan. Sepanjang perjalanan, pemandangan yang kami nikmati sangatlah indah dan memesona. Sawah-sawah hijau terhampar luas di kiri dan kanan jalan, serta beberapa perbukitan yang memancarkan warna hijau terang. Beberapa desa kecil juga terlihat di sepanjang jalan. Penduduknya yang ramah memberi salam saat kami melintas.
Sekitar 40 menit perjalanan, kami tiba di area yang lebih dekat dengan air terjun Tumburano. Di sini, kami berhenti untuk melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Jalannya cukup licin dan berbatu, tapi itu justru memberikan kesan petualangan yang seru. Sepanjang berjalan kaki, suara gemericik air mulai terdengar jelas, mengindikasikan bahwa air terjun sudah semakin dekat. Menjadi salah satu keajaiban alam yang terhampar indah di Kabupaten Konawe Kepulauan.
Seperti dikutip Kendariinfo.com, air terjun Tumburano tersusun dari tebing yang bertingkat-tingkat. Air terjun itu bisa menjadi sarana pelepas penat. Air terjun Tumburano memiliki dua tingkatan atau undakan utama. Tingkatan pertama dinamai Tumburan Tama setinggi sekira 60 meter.
Undakan kedua bernama Tumburan Tina yang terdiri atas dua tingkatan lagi. Undakan pertama memiliki tinggi 15 meter dan undakan kedua setinggi 20 meter.
Sekitar 20 menit berjalan kaki dan melewati 104 anak tangga, akhirnya kami sampai di lokasi air terjun. Begitu sampai di sana, kami langsung terpesona oleh pemandangan air terjun Tumburano Tina dan air terjun Tumburano Tama. Air terjun Tumburano benar-benar sebuah keajaiban alam yang memukau. Air terjun ini jatuh dari ketinggian sekitar 60 meter, membentuk kolam alami di bawahnya. Air yang mengalir sangat jernih dan segar, dengan tebing-tebing batu yang tertutup lumut hijau di sekitarnya. Sinar matahari yang masuk melalui celah-celah pohon menambah keindahan pemandangan, menciptakan efek cahaya yang memukau di atas permukaan air.
“Airnya jernih, sangat bagus dikunjungi karena sangat cocok jadi tempat wisata,” ujar Cia, warga asal Kendari yang ditemui di lokasi air terjun.
Setelah beberapa waktu menikmati keindahan alam, kami memutuskan untuk berjalan mengelilingi area sekitar air terjun. Beberapa jalur pendakian kecil mengarah ke puncak tebing, kita bisa melihat pemandangan yang lebih luas. Dari sana, kita dapat melihat lembah yang hijau dan perbukitan membentang jauh hingga ke horizon.