LANGARA, Rakyatsultra.id - Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) terus berbenah di semua sektor. Untuk itu, diperlukan daya dukung anggaran yang memadai, upaya pembenahan yang dilakukan secara terus menerus selaras dengan naiknya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Konkep dari tahun ke tahun yang terus menunjukan tren positif.
Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Konkep, Mahmud SP.,M.PW mengatakan bahwa ada tiga item yang menjadi penyumbang kenaikan angka APBD Konkep, di antaranya bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Bagi Hasil (DBH).
Sejak tahun 2014 hingga 2024, Tahun ini menjadi APBD Konkep yang tertinggi yakni mencapai Rp703.739.489.989 Miliar dibanding tahun-tahun sebelumnya, seperti tahun 2014 APBD Konkep hanya Rp134.781.608.763, menyusul di Tahun 2015 APBD Konkep naik menjadi Rp447.330.095.791.
Tahun 2016 naik menjadi Rp572.084.524.157, Tahun 2017 APBD Konkep mencapai Rp539.354.746.867, sedangkan Tahun 2018 APBD Konkep mencapai Rp545.871.457.457, Tahun 2019 APBD Konkep naik menjadi Rp587.172.758.015, Tahun 2020 APBD Konkep menjadi Rp569.362.274.400.
Tahun 2021 APBD Konkep kembali naik menjadi Rp600.926.504.118 Miliar, Tahun 2022 APBD Konkep Rp586.540.882.260, Tahun 2023 APBD Konkep sebesar Rp661.263.197.970, sedangkan Tahun 2024 APBD reguler Konkep sebesar Rp585.128.124.000, pada APBD-Perubahan Konkep mengalami kenaikan sebesar Rp703.739.489.989 Miliar.
"Indikator Penyumbang kenaikan dana transfer kita, diukur dengan perhitungan kebutuhan fiskal daerah dari beberapa sektor seperti sektor pendidikan dinilai Rp7.265.055 per orang, layanan kesehatan Rp796.217 perorang, pekerjaan umum, dihitung dari panjang jalan 142.209.136 Km dan pelayanan umum serta jumlah penduduk dinilai Rp2.311.209 Ribu. Perhitungan ini mengacu pada Ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah," jelas, Mahmud belum lama ini.
Dari aspek pemanfaatan APBD sambung mantan Kabag Umum Setda Konkep itu, Pemkab Konkep juga telah memenuhi mandatory spending dari sektor pendidikan 20 persen dari besaran APBD, yang dialokasikan untuk infrastruktur pendidikan dan alokasi anggaran tujuh Miliar program Beasiswa Wawonii Cerdas kepada 1.400 mahasiswa setiap tahunnya.
"Pengalokasian anggaran beasiswa Wawonii Cerdas ini berdampak positif terhadap kenaikan angka Indeks Pembangunan Manusia, dari Tahun 2016 IPM kita berada diurutan 17 Kabupaten Kota di Sultra, sekarang naik menjadi urutan ke 13," bebernya.
Belum lagi katanya dari aspek kesehatan, Pemkab Konkep sudah tiga kali berturut-turut mendapat penghargaan Universal Health Coverage (UHC) dari Presiden Djoko Widodo.
"Coba dibandingkan dengan daerah lain," tandasnya. r2