KENDARI, rakyatsultra.id - Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Bank Indonesia (BI) menyalurkan bantuan penanganan anak stunting pada Program Sinergi Pengentasan Stunting di Kampung Keluarga Berkualitas Kabupaten Kolaka yang dilaksanakan di Kantor Kelurahan Tahoa, Kamis (14/12).
Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kolaka, Kepala BPS Kabupaten Kolaka, Kepala Kemenag Kabupaten Kolaka, Camat Kolaka, Camat Polinggona, dan mitra lainnya.
Kepala Perwakilan BKKBN Sultra Drs Asmar MSi mengatakan untuk mengentaskan masalah stunting dibutuhkan dukungan seluruh pihak termasuk mitra. Olehnya itu, pihaknya mengucapkan terima kasih banyak kepada pihak BI yang telah turut serta dalam penyaluran bantuan dalam untuk penanganan stunting dikampung keluarga berkualitas Tahoa dan Tanggal.
"Pemilihan Kabupaten Kolaka sangat tepat, karena Kolaka merupakan salah satu kabupaten dengan angka prevalensi stunting di Sultra yaitu 22,6%. Kami berharap kegiatan ini dapat diperluasi di kabupaten kota lainnya yang ada di Sultra," ujarnya.
Ia juga mengatakan, selain masihnya pergerakan kegiatan program bangga kencana dimana kabupaten kolaka mewakili provinsi Sultra pada ajang lomba dapur sehat atas stunting tingkat nasional tahun 2023. Disebutkan angka prevalensi stunting di Indonesia masih cukup tinggi yaitu 21,6% berdasarkan hasil Survey Status Gizi Indonesia tahun 2022, sedangkan Sultra masih di atas nasional yaitu 27,7%.
"Penurunan stunting penting dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak jangka panjang yang merugikan seperti terhambatnya tumbuh kembang anak," tuturnya.
Sementra itu, perwakilan Bank Indonesia Rahayu mengatakan, apa yang pihaknya lakukan ini tidak besar, tetapi harapannya dapat menjadi pencetus gerakan bersama untuk peduli kepada sesama, bisa menjadi bagian dari gerakan peduli anak stunting. Jumlah bantuan yang akan disalurkan melalui Program Sinergi Pengentasan Stunting di Kampung Keluarga Berkualitas Kabupaten Kolaka sekitar 219 paket merupakan.
Lanjutnya, bantuan tersebut nantinya akan diberikan kepada keluarga beresiko stunting di Kabupaten kolaka, dengan demikian diharapkan dalam rentan tersebut akan terbebas dari stunting. Untuk mengentaskan stunting bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh pihak, stunting menjadi ancaman bangsa indonesia dalam mewujudkan indonesia emas 2045.
"Kita menjadi bagian dari pemerintah dalam mendukung upaya pembangunan generasi emas 2045, generasi yang sehat dan kuat, tetapi itu tidak bisa kita capai kalau angka stunting masih tinggi" ujarnya.
Disisi lain, Pj Sekda Kabupaten Kolaka Drs H Muhammad Bakri SH MH menerangkan, stunting akan mempengaruhi perkembangan otak anak sehingga tingkat kecerdasan anak tidak maksimal. Hal ini berisiko menurunkan produktivitas pada saat dewasa. Stunting juga menjadikan anak lebih rentan terhadap penyakit kronis di masa dewasanya. Bahkan, stunting dan berbagai bentuk masalah gizi diperkirakan berkontribusi pada hilangnya 2-3% Produk Domestik Bruto (PDB) setiap tahunnya.
"Penurunan stunting berfokus pada penanganan penyebab masalah gizi meliputi faktor yang berhubungan dengan ketahanan pangan khususnya akses terhadap pangan bergizi, pola pengasuhan dengan praktik pemberian makanan bayi dan anak, akses terhadap pelayanan kesehatan untuk pencegahan dan pengobatan serta kebersihan lingkungan yang meliputi tersedianya sarana air bersih dan sanitasi," ujarnya. RS