“Bahkan prediksi kami, setiap tahun daerah irigasi yang menjadi kewenangan kami bisa membutuhkan hingga 2.600 orang pekerja,” bebernya.
Dengan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem jaringan irigasi sebanyak itu, tentu saja diharapkan mampu meningkatkan penghasilan anggota keluarga, agar berimbas pada menurunnya jumlah KK yang berkategori miskin. Kemudian program kedua yang menjadi tujuan utama yakni penguatan ketahanan pangan.
Ia menyebut, tentu sudah sangat dipahami keterkaitan antara sistem irigasi yang baik dengan pangan, di mana sistem irigasi yang baik akan mampu memberi dampak signifikan pada distribusi air ke sawah dan mempengaruhi produktivitas tanaman pertanian khususnya padi.
Program-progam yang dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga tersebut fokus dalam menjaga sistem jaringan irigasi. Sehingga diharapkan mampu menekan angka kemiskinan ekstrem dan penguatan ketahanan pangan.
“Pada akhirnya mampu berkontribusi dalam mengendalikan angka inflasi di tingkat Provinsi Sultra,” tutupnya. EDISI/RS