Jumat, 28 Agustus 2026

Gempa NTT: Bantuan Pemerintah Belum Masuk, Warga Desa Latung Pasrah di Tenda Darurat

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:44 WIB

RAKYAT SULTRA.id- Ratusan warga Kampung Tonggong, Desa Latung, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai, NTT, terpaksa mengungsi di tenda-tenda darurat swadaya.

Hal itu akibat rentetan gempa bumi susulan tanpa adanya bantuan logistik dan tenaga medis resmi dari pemerintah setempat hingga saat ini.

Guncangan gempa yang berulang dengan pusat episentrum yang makin mendekat ke permukiman membuat warga enggan bertahan di dalam rumah. Bangunan yang retak dan rusak parah memicu kekhawatiran akan terjadinya reruntuhan susulan.

Ancaman Gempa Susulan dan Tenda Seadanya

Salah seorang warga Desa Latung, Nikolaus Tolen, mengungkapkan bahwa ancaman gempa susulan terus menghantui ketenangan warga.

Menurutnya, meskipun magnitudo guncangan lanjutan tergolong sedang, dampaknya terasa sangat kuat karena titik pusat gempa yang semakin dekat wilayahnya.

"Getarannya makin dekat ke lokasi kita. Memang bangunan tembok banyak yang sudah rusak dan retak. Kebanyakan warga akhirnya mendirikan tenda di luar rumah karena takut jika harus tidur di dalam," ujar Nikolaus kepada JawaPos.com, Selasa (25/8).

Di tengah keterbatasan, warga terpaksa merakit tenda darurat secara swadaya. Tidak sedikit tenda yang terbuat dari terpal bekas tersebut harus diisi oleh dua hingga tiga Kepala Keluarga (KK) sekaligus.

Hingga kini, pemerintah pun belum menjangkau wilayah ini.

"Bantuan dari pemerintah belum ada. Tenda-tenda pengungsian besar juga tidak ada karena alat-alatnya tidak memadai. Jadi warga pakai apa yang ada saja," lanjutnya.

Menanti Kehadiran Bantuan Pemerintah

Guna memenuhi kebutuhan harian, warga sementara waktu hanya mengandalkan pasokan sembako terbatas yang disalurkan oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM) serta donasi sanak keluarga di perantauan.

Warga Desa Latung berharap pemerintah daerah maupun pusat dapat segera turun ke lapangan untuk meninjau kondisi mereka secara langsung dan mendistribusikan bantuan mendesak.

"Yang paling kami butuhkan saat ini adalah tenda pengungsian yang layak, selimut, serta obat-obatan dan vitamin. Kami berharap pemerintah segera turun tangan membantu kami di sini," imbuh Niko. 

 
 
 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Terkini

Terpopuler

X