Jumat, 28 Agustus 2026

Aa Gym Salurkan Bantuan untuk Aceh Sebesar Rp 660 Juta

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:41 WIB

RAKYAT SULTRA.id- Daarut Tauhiid Peduli (DT Peduli) bersama Permata Bank Syariah menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp 660 juta untuk pembangunan delapan unit hunian tetap (huntap) bagi sejumlah korban bencana di Bireuen, Aceh. 

Penyerahan bantuan tersebut disaksikan secara langsung oleh KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym dalam agenda Kajian Tauhiid yang berlangsung di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan masyarakat Aceh setelah bencana yang berdampak terhadap tempat tinggal warga. Delapan unit huntap yang dibangun diharapkan dapat memberikan hunian yang aman dan layak sekaligus menjadi pijakan bagi keluarga penerima manfaat untuk kembali menjalani kehidupan secara lebih stabil.

 

Bagi DT Peduli, penanganan pascabencana tidak berhenti pada pemberian bantuan darurat. Penyediaan tempat tinggal tetap menjadi salah satu kebutuhan penting dalam proses pemulihan karena hunian berkaitan langsung dengan keamanan, kenyamanan, serta kemampuan keluarga untuk kembali beraktivitas.

DT Peduli sendiri merupakan Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) yang bergerak dalam pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Lembaga yang didirikan Aa Gym pada 16 Juni 1999 tersebut memiliki program di bidang sosial kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, dakwah, dan pemberdayaan ekonomi.

 

Dalam program bantuan untuk Aceh ini, DT Peduli bertindak sebagai mitra pelaksana yang akan mengawal pembangunan huntap di wilayah Bireuen. Direktur Utama DT Peduli Jajang Nurjaman memastikan proses pembangunan akan dikawal agar memenuhi standar kelayakan hunian.

“Kami mengucapkan jazakallah khair kepada Bank Permata Syariah atas amanah besar ini. DT Peduli siap mengawal proses pembangunan Huntap di Bireuen, Aceh, hingga tuntas dengan standar terbaik,” kata Jajang dalam keterangannya.

Menurut Jajang, kepercayaan yang diberikan dalam program tersebut bukan hanya berkaitan dengan pembangunan fisik rumah. Bantuan diharapkan dapat menghadirkan kembali rasa aman bagi keluarga korban bencana sekaligus membantu mereka menata kehidupan setelah melewati masa sulit.

Pembangunan delapan huntap juga memiliki arti penting dalam fase rehabilitasi dan rekonstruksi. Setelah kebutuhan tanggap darurat dipenuhi, masyarakat terdampak membutuhkan dukungan jangka menengah agar dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak untuk melanjutkan aktivitas sosial maupun ekonomi.

Dari sisi pelaksanaan, pembangunan huntap akan dilakukan hingga seluruh tahapan konstruksi selesai dan rumah dapat diserahkan kepada keluarga yang telah terdata. Program tersebut diharapkan tidak sekadar memulihkan tempat tinggal, tetapi juga membantu mengembalikan kehidupan sosial dan ekonomi warga Bireuen.

Sementara itu, Group Head Sharia Business Unit Permata Bank, Muhammed Pinto, mengatakan bahwa pembangunan delapan rumah merupakan bentuk kepedulian untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana.

 

“Kami berharap unit rumah ini tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi juga menjadi fondasi awal bagi saudara-saudara kita di Bireuen untuk kembali menata kehidupan dengan lebih tenang dan bermartabat,” ujar Pinto.

 
 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Terkini

Terpopuler

X