Jumat, 28 Agustus 2026

Dokter Baru Unusa Dilarang Kehilangan Empati di Tengah Teknologi

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:31 WIB

RAKYAT SULTRA.id-Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) Prof. Tri Yogi Yuwono meminta agar dokter baru tidak hanya mengandalkan kemampuan medis, tetapi juga menjaga etika dan empati saat menjalankan profesi

Hal itu disampaikan Prof Yogi saat melantik dan mengambil sumpah dokter baru Fakultas Kedokteran (FK) Unusa, Kamis (13/8). 

Rektor unusa Prof. Tri Yogi Yuwono mengatakan, sumpah dokter merupakan komitmen moral yang harus dipegang sepanjang menjalankan tugas. 

Menurut dia, profesi dokter tidak semestinya hanya dipandang sebagai pekerjaan untuk memperoleh penghasilan.

“Profesi dokter harus kalian dudukkan sebagai sebuah panggilan kemanusiaan, bukan alat mengejar materi semata,” kata Tri Yogi saat memberikan sambutan.

Dia menilai tantangan profesi dokter semakin kompleks seiring perkembangan teknologi kesehatan. Penggunaan kecerdasan buatan (AI), telemedicine, genomik, dan big data membuat dokter dituntut terus memperbarui pengetahuan.

Namun, kemajuan teknologi tersebut tidak boleh menghilangkan sisi kemanusiaan dalam pelayanan kesehatan.

“Teknologi medis akan terus berubah, penyakit baru akan terus muncul, namun esensi kemanusiaan dari seorang dokter tidak akan pernah bisa digantikan oleh teknologi secanggih apa pun,” ujarnya.

Prof Yogi juga mengingatkan para dokter baru mengenai pentingnya etika ketika berhadapan dengan pasien maupun saat berkomunikasi melalui media digital.

Dia menyinggung kasus almarhum Yurizal Tri Chaerawan yang sebelumnya menyampaikan keluhan terkait pelayanan kesehatan melalui media sosial. 

Menurutnya, kejadian tersebut harus menjadi pembelajaran bagi tenaga kesehatan agar tetap mengedepankan adab dan empati.

“Kejadian memilukan seperti itu tidak boleh terjadi lagi. Saya haramkan perbuatan nirempati itu keluar dari jari atau lisan seorang dokter lulusan unusa,” tegasnya.

Prof Yogi kemudian menitipkan enam karakter yang menurutnya harus melekat pada dokter lulusan Unusa. Keenamnya adalah integritas, adab, sopan santun, empati, solidaritas, dan sikap menghormati sesama.

Integritas diperlukan agar dokter tetap berpegang pada prinsip moral dalam menjalankan profesi. Sementara adab dan sopan santun menjadi dasar dalam membangun komunikasi dengan pasien.

Adapun empati, lanjut dia, penting karena pasien datang dalam kondisi membutuhkan pertolongan dan kerap disertai rasa takut, sakit, serta kecemasan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Terpopuler

X