Jumat, 28 Agustus 2026

APK Pendidikan Tinggi Indonesia Rendah, Direktur Universitas Terbuka Sebut karena Faktor Biaya

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Kamis, 6 Agustus 2026 | 09:23 WIB

RAKYAT SULTRA.id-Angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi di Indonesia masih relatif rendah. Nilainya kalah jauh dibandingkan negara lain seperti Korea Selatan (Korsel). Salah satu faktor penyebab APK pendidikan tinggi di Indonesia rendah adalah biaya.

Masih rendahnya APK pendidikan tinggi di Indonesia itu jadi sorotan Direktur UT Jakarta Moh. Muzammil. Dia mengatakan, saat ini, APK pendidikan tinggi di Indonesia sekitar 34 persen.

Artinya menurut Muzammil, saat ini di Indonesia, hanya ada 34 persen anak lulusan SMA sederajat yang lanjut kuliah. Sisanya 66 persen tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.

 

”Di Korea Selatan APK pendidikan tingginya 90 persen. Kita masih sangat tertinggal,” kata Muzammil di sela kegiatan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSBM) UT Jakarta di kampus UT di Tangerang Selatan.

Menurut dia ada sejumlah faktor yang menyebabkan APK pendidikan tinggi, di Indonesia masih rendah.Di antaranya adalah faktor biaya. Banyak kasus orang harus mengeluarkan biaya kuliah besar.

”Selain untuk uang studi, juga diperlukan biaya akomodasi atau ngekos. Menurut dia UT hadir untuk ikut mengatasi APK pendidikan tinggi di Indonesia,” papar Muzammil.

Muzammil mengatakan, kuliah di UT dilakukan secara online. Mahasiswa tidak perlu jauh-jauh ke kota untuk kos. Sehingga bisa hemat biaya. Kuliahnya cukup dari rumah. Tidak perlu ongkos bensin untuk datang ke kampus.

”Tahun akademik sekarang ada 20 ribuan mahasiswa baru UT Jakarta,” ungkap Muzammil.

Bisa dibayangkan ketika kuliah harus tatap muka. Dibutuhkan biaya untuk gedung, gaji dosen, dan lainnya. Tetapi dengan sistem perkuliahan jarak jauh berbasis online, menurut dia, mahasiswa tidak perlu datang ke kampus.

Muzammil mengatakan, jurusan atau prodi paling banyak diminati saat ini adalah manajemen dan hukum. Selain itu juga Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Dia menekankan kunci kuliah di UT adalah mandiri dan disiplin.

”Jadwal kuliah disusun sendiri. Kalau biasanya disuapin, ini makan sendiri. Mahasiswa tidak bisa berleha-leha, meskipun kuliah sambil bekerja. Mahasiswa juga tidak bisa curang, meskipun ujian dilaksanakan secara online,” tandas Muzammil.

Kegiatan OSMB UT Jakarta itu juga dihadiri Wakil Rektor UT Adrian Sutawijaya. Dia menambahkan, kampusnya sudah menyiapkan media pembelajaran yang komplet.

”Setiap hari mahasiswa harus disiplin menyiapkan waktu khusus untuk membaca modul pembelajaran. Siapkan waktu secara mandiri. Luangkan baca modul minimal lima halaman setiap hari,” imbuh Adrian Sutawijaya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Terpopuler

X