RAKYAT SULTRA.id- Dua pendaki yang dilaporkan hilang di kawasan Gunung Piramid, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, ditemukan dalam kondisi meninggal, Selasa (4/8).
Korban adalah Maliya Finda, 51 tahun, warga Darmo, Wonokromo, Kota Surabaya, dan Irfan Nasrul Laili, 35 tahun, warga Desa Traktakan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso.
Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo mengatakan, kedua korban ditemukan pada Selasa (4/8) sekitar pukul 12.13 WIB di bawah kawasan Punggung Naga di kedalaman sekitar 60 meter.
"Untuk dua orang pendaki yang dikabarkan hilang saat mendaki Gunung piramid telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia," terangnya, dikutip dari Jawa Pos Radar Jember pada Selasa (4/8).
Korban diketahui melakukan pendakian sejak Minggu (2/8). Keduanya menitipkan sepeda motor Yamaha NMAX merah bernomor polisi P 2938 ES yang dinaiki di rumah seorang warga setempat.
Kecurigaan muncul ketika hingga Senin (3/8) pukul 17.30 WIB, sepeda motor korban belum juga diambil.
Padahal umumnya, jalur pendakian Gunung piramid dapat ditempuh dengan naik-turun dalam waktu sekitar 8 jam.
Laporan tersebut lalu ditindaklanjuti melalui operasi SAR yang melibatkan Basarnas BPBD, TNI-Polri, relawan, dan pemandu gunung.
Setelah penyisiran dilakukan, kedua korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Aryo mengatakan, kedua korban ditemukan dalam posisi tertelungkup dan tersangkut di ranting pohon dengan jarak sekitar lima meter.
Tim SAR kemudian turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal terhadap jenazah.
Namun, evakuasi jenazah belum dapat dilakukan pada Selasa (4/8) akibat medan yang sulit dan berisiko.
Tim Sar memutuskan bermalam di Gunung Piramid dan melanjutkan proses evakuasi besok Rabu (5/8).
Di sekitar lokasi penemuan, tim SAR gabungan juga menemukan sejumlah barang milik korban. Di antaranya tas, sepatu, dan perlengkapan lainnya. "Sudah kita amankan. Kita juga sudah lakukan pembungkusan," pungkas Aryo.