Jumat, 28 Agustus 2026

Menkomdigi Meutya Soroti Maraknya Video Demo Lama Jelang HUT RI, Masyarakat Diminta Waspada Hoaks

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Selasa, 4 Agustus 2026 | 09:16 WIB

SULTRA RAKYAT.id- Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap maraknya penyebaran konten hoaks mengenai aksi demonstrasi yang beredar di media sosial menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Di saat yang sama, ia juga mendorong media massa terus menjalankan fungsi jurnalistik dengan menyajikan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.

Menurut Meutya, penyampaian informasi yang benar dalam waktu cepat menjadi langkah penting untuk menutup ruang berkembangnya disinformasi yang berpotensi memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.

"Teman-teman media silakan meliput dan memberitakan yang benar dengan cepat agar tidak memberi ruang kepada disinformasi yang masuk," kata Menkomdigi Meutiya Hafid di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, Senin (3/8).

 

Menjelang peringatan HUT RI, berbagai unggahan video yang menampilkan aksi demonstrasi ramai beredar di berbagai platform media sosial. Banyak di antaranya tidak mencantumkan informasi mengenai kapan rekaman tersebut diambil sehingga memunculkan persepsi bahwa peristiwa tersebut baru saja terjadi.

 

Sejumlah unggahan bahkan disertai narasi yang menggambarkan seolah-olah terjadi demonstrasi berskala besar yang tidak diberitakan media. Ada pula klaim yang menyebut konten mengenai aksi tersebut sengaja dihapus atau dibatasi penyebarannya.

 

Meutya menilai pola penyebaran hoaks kini semakin beragam. Tidak hanya berupa informasi yang sepenuhnya palsu, tetapi juga memanfaatkan materi lama maupun rekaman dari luar negeri yang kemudian disajikan seolah-olah merupakan kejadian di Indonesia.

"Teman-teman harus melihat videonya. Ada yang betul-betul hoaks karena kejadiannya tidak pernah ada. Ada yang menggunakan gambar lama dengan konteks yang berbeda. Ada pula yang menggabungkan kejadian di negara lain seolah-olah terjadi di Indonesia," jelasnya.

Dalam pandangannya, media memiliki posisi penting sebagai penjaga kualitas informasi publik melalui proses verifikasi yang ketat dan pemberitaan yang mengedepankan fakta.

Ia menilai informasi yang disampaikan secara cepat dan tepat dapat mengurangi peluang berkembangnya narasi palsu yang sengaja dibuat untuk menciptakan keresahan di masyarakat.

 

"Informasi yang benar adalah tanggung jawab bersama. Media memiliki peran penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan fakta, bukan informasi yang sengaja dibuat untuk menimbulkan ketakutan," ujar Meutya.

Selain mengingatkan media, Meutya juga mengajak masyarakat agar lebih berhati-hati sebelum mempercayai maupun membagikan berbagai video aksi demonstrasi yang ramai beredar di media sosial.

Berdasarkan hasil pemantauan, sejumlah video yang kembali viral diketahui merupakan rekaman lama yang diunggah ulang tanpa menyertakan keterangan mengenai waktu maupun konteks kejadian. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menyesatkan masyarakat.

Ia menjelaskan, penggunaan kembali konten lama yang dikemas seolah-olah merupakan peristiwa terkini dapat membentuk persepsi yang keliru, memperkeruh situasi, dan memperluas penyebaran disinformasi di ruang digital.

"Penyebaran informasi palsu bukan hanya persoalan konten digital. Karena informasi hoaks itu berdampak pada keputusan orang per orang dari hari per hari. Ada yang jadi takut keluar, ada yang khawatir ketika bekerja. Menurut saya hal itu tidak tepat, tidak benar, dan mencederai nilai-nilai demokrasi serta semangat nasionalisme di momen peringatan Hari Kemerdekaan,” papar Meutya.

 

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen, baik media maupun masyarakat, untuk bersama-sama menjaga ruang digital tetap sehat dengan mengutamakan penyebaran informasi yang telah terverifikasi dan bermanfaat bagi publik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Api yang Belum Dijawab RUU Kehutanan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:30 WIB
X