RAKYAT SULTRA.id-Bakal Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Abdussalam Shohib menilai, Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata halal. Melalui program ini diyakini bisa membawa kemandirian ekonomi umat.
Hal itu dia sampaikan dalam pertemuan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan PCNU seluruh NTB di Lombok Tengah. Untuk mendorong program ini, dia berharap ishlah di dalam internal PBNU bisa segera terjadi.
Gus Salam mengungkit perjuangan gurunya, Kiai Nurul Huda Djazuli atau yang dikenal Mbah Yai Da’ saat menjadi inisiator dan terlibat dalam ishlah konflik pbnu, baik di PP Al-Falah Ploso, PP Tebuireng Jombang dan PP Lirboyo Kediri, Jawa Timur, pada akhir Desember 2025.
“Masa kamu membiarkan NU konflik seperti ini. Saya (Mbah Yai Da’-red) prihatin, maka kamu harus ikhtiar di muktamar untuk jadi pemimpin di NU,” ujar Gus Salam menirukan perkataan Mbah Yai.
Dorongan ini pula yang memuat dirinya akan maju dalam pencalonan ketua umum PBNU pada Muktamar ke-35 NU. Dia mengaku telah menjalankan ikhtiar di 27 provinsi.
Dalam kunjungannya, dia berdialog menyerap aspirasi, sekaligus membangun kepercayaan dengan PWNU-PCNU, fungsionaris dan tokoh-tokoh NU.
“Kesimpulannya, karena ini dawuhnya kiyai, kita berusaha semaksimal mungkin,” imbuhnya.
Pengasuh Ponpes Denanyar Jombang, Jawa Timur ini menilai, dengan kepengurusan PBNU yang kuat bisa membawa kebaikan bagi umat. Khusus di NTB, wilayah ini dianggap memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata.
“NU harus mendorong, bahkan memfasilitasi keberdayaan ekonomi warga NU di sektor pariwisata. Wisata halal tentunya, namun berkualitas dan inklusif. Karena potensi ekonomi pariwisata di NTB sangat besar,” jelasnya.
Melalui wisata halal, kemandirian ekonomi umat bisa terdongkrak. Dengan begitu, kesejahteraan rakyat meningkat.
“Untuk menjaga agama, urusan dunia menjadi kewajiban umat agar mandiri secara ekonomi. Supaya mereka bisa menopang tegaknya agama melalui fungsi kehadiran jam’iyyah Nahdlatul Ulama,” tegasnya.