RAKYAT SULTRA.id- Harga minyak mentah dunia dunia kompak anjlok signifikan pada perdagangan Senin (3/8) etelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunda serangan baru terhadap Iran dan memilih mengupayakan kesepakatan cepat untuk menghentikan ambisi nuklir Teheran sekaligus membuka kembali Selat Hormuz.
Melansir Investing, kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 6,17 poin atau 6,85 persen ke level 83,96 dollar per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun 4,01 poin atau 4,75 persen ke level 80,65 dollar per barel.
Dilansir Reuters Sebagai sinyal meredanya ketegangan, Trump pada Sabtu malam melalui platform Truth Social menyatakan bahwa Iran dan sejumlah negara Timur Tengah meminta waktu untuk menyelesaikan kesepakatan yang akan menghasilkan pembukaan kembali Selat Hormuz secara "segera, penuh, dan total", sekaligus mengakhiri ancaman nuklir Iran.
Dimana, berdasarkan data pelayaran pada Senin menunjukkan dua kapal tanker yang mengangkut minyak Arab Saudi telah melintasi Selat Bab el-Mandeb dari Laut Merah pada akhir pekan. Sementara itu, lalu lintas kapal di Selat Hormuz melambat setelah muncul laporan mengenai serangan terhadap sejumlah kapal.
United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) juga melaporkan tiga serangan tambahan terhadap kapal tanker sejak Sabtu.
Pada Minggu, OPEC+ menyetujui kenaikan kuota produksi minyak sekitar 188.000 barel per hari mulai September. Keputusan tersebut melengkapi proses pengurangan bertahap terhadap pemangkasan produksi sukarela yang sebelumnya diberlakukan oleh kelompok produsen minyak tersebut.
Namun, akibat gangguan ekspor dari kawasan Teluk, Rusia, dan Kazakhstan yang dipicu konflik Iran dan perang di Ukraina, kenaikan produksi bulanan OPEC+ sepanjang tahun ini sebagian besar hanya terjadi di atas kertas dan belum memberikan dampak signifikan terhadap pasokan maupun pasar minyak global.