RAKYAT SULTRA.Id-Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026 menjadi ajang pembinaan yang mempertemukan atlet muda, personel Polri, hingga para-bulu tangkis dalam satu kompetisi. Turnamen yang merupakan bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 itu resmi ditutup di GOR Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta Timur, Sabtu (1/8/2026).
Selain menjadi arena kompetisi, Kapolri Cup 2026 juga dirancang untuk memperkuat pembinaan atlet bulu tangkis Indonesia secara berkelanjutan. Penyelenggara menghadirkan berbagai kategori pertandingan agar lebih banyak atlet mendapat kesempatan mengembangkan kemampuan di level kompetitif.
Suasana penutupan semakin semarak dengan kehadiran sejumlah legenda bulu tangkis Indonesia. susi susanti, alan budikusuma, Greysia Polii, dan Hariyanto Arbi hadir memberikan semangat sekaligus menjadi inspirasi bagi para atlet yang sedang meniti karier.
Kehadiran para legenda memberikan motivasi tersendiri bagi atlet kelompok umur. Mereka dapat menyaksikan secara langsung sosok-sosok yang pernah mengharumkan nama Indonesia di berbagai kejuaraan internasional.
kapolri kap 2026 juga menegaskan komitmennya terhadap olahraga yang inklusif. Selain mempertandingkan kategori kelompok umur dan beregu Polri, turnamen ini turut memberikan ruang bagi atlet para-bulu tangkis untuk berkompetisi.
Sebanyak 1.250 peserta mengikuti kejuaraan yang berlangsung sejak 27 Juli hingga 1 Agustus 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 748 peserta kategori umum kelompok umur U-15, U-17, dan U-19, sebanyak 432 peserta kategori beregu Polri, serta 70 atlet para-bulu tangkis.
Kejuaraan ini merupakan hasil kolaborasi Polri, Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), dan National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI). Sinergi tersebut diarahkan untuk menjaring bibit-bibit atlet muda sekaligus memperkuat pembinaan atlet bulu tangkis dan para-bulu tangkis nasional.
Rangkaian penutupan turut menghadirkan pertandingan persahabatan yang menyita perhatian penonton. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turun langsung ke lapangan berpasangan dengan Widi Chandra Kasih menghadapi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang berduet dengan Muhammad.
Meski berstatus laga ekshibisi, pertandingan berlangsung menarik. Kedua pasangan saling menampilkan permainan menyerang melalui smash keras, permainan net, hingga reli panjang yang beberapa kali memancing tepuk tangan penonton.
Bahlil beberapa kali mencoba mencuri poin lewat dropshot. Namun pasangan Jenderal Sigit dan Widi mampu menjaga ritme permainan hingga unggul 15-11 pada set pertama.
Sorak-sorai penonton terus mengiringi jalannya pertandingan. Suasana penuh keakraban yang tercipta menjadi salah satu daya tarik dalam penutupan kapolri cup 2026.
Selain pertandingan ekshibisi, rangkaian penutupan juga diisi dengan final kategori para-bulu tangkis. Panitia kemudian menyerahkan penghargaan kepada para juara kelompok umur, para-bulu tangkis, serta beregu Polri.
Prosesi penutupan ditandai dengan penyerahan bendera turnamen dari Ketua Umum PBSI kepada Kapolri sebagai simbol berakhirnya penyelenggaraan Kapolri Cup 2026. Selanjutnya, Kapolri bersama Ketua Umum PBSI dan Ketua Umum NPCI melakukan peletakan raket seremonial sebagai penutup rangkaian kegiatan.
Kapolri Cup 2026 digelar di tiga arena pertandingan, yakni GOR Universitas Negeri Jakarta, GOR Pondok Bambu, dan GOR Duren Sawit, Jakarta Timur. Dengan mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”, kejuaraan ini diharapkan tidak hanya melahirkan atlet-atlet berprestasi, tetapi juga memperkuat ekosistem pembinaan bulu tangkis Indonesia melalui kompetisi yang inklusif dan berkesinambungan.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.