Jumat, 28 Agustus 2026

Wenda Melahirkan Bayi Setelah Dilepasliarkan di Hutan Aceh

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Senin, 3 Agustus 2026 | 09:10 WIB

RAKYAT SULTRA.id- Kabar gembira untuk dunia konservasi. Wenda, orang utan yang direhabilitasi dan telah hidup bebas di habitat alaminya sejak 2014 kini melahirkan bayi. 

Wenda sejak 2014 memang hidup di Pusat Reintroduksi Orangutan Jantho di Cagar Alam (CA) Jantho, Kabupaten Aceh Besar. Yaitu, program rehabilitasi dan pelepasliaran satwa liar yang dijalankan secara berkelanjutan oleh Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama para mitra konservasi.

Nah, pada Rabu (29/7) sekitar pukul 16.30 WIB, tim Post Release Monitoring (PRM) mendeteksi keberadaan 1 (satu) individu orang utan betina dewasa tampak menggendong bayi.

Setelah diamati lebih dekat, orang utan tersebut adalah Wenda sedang menggendong bayi yang diperkirakan bayi primata berusia kurang dari seminggu, berjenis kelamin betina. Sebetulnya tanda-tanda kehamilan Wenda mulai teridentifikasi sejak Januari 2026 melalui perubahan fisik yang diamati selama kegiatan monitoring.
 

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menuturkan, kelahiran bayi dari Orang Utan bernama Wenda merupakan menjadi bukti keberhasilan program rehabilitasi dan pelepasliaran satwa liar yang dijalankan secara berkelanjutan oleh Kemenhut bersama para mitra konservasi selama ini.

"Kehadiran bayi ini adalah simbol harapan baru bagi keberlanjutan ekosistem hutan yang tak ternilai harganya," ungkap Raja Juli kepada wartawan pada Minggu (2/8). 

Lebih jauh dia mengatakan, pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat upaya konservasi, menindak tegas perdagangan satwa liar ilegal, dan memastikan bahwa setiap orang utan yang dilepasliarkan memiliki kesempatan hidup, beradaptasi, dan berkembang biak di habitat alami.

Terpisah, Kepala Balai KSDA Aceh Ujang Wisnu Barata mengatakan, keberhasilan itu merupakan hasil sinergi antara pemerintah, mitra konservasi, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian Cagar Alam Jantho sebagai habitat orang utan sumatera.

"Kami percaya bahwa dengan sinergi semua pihak masa depan orang utan sumatera dan habitatnya akan tetap terjaga” ucap Ujang di Jakarta, Minggu (2/8).

Kelahiran bayi orang utan di Cagar Alam Jantho bukan hanya kabar gembira, tetapi juga pengingat bagi publik bahwa menjaga hutan berarti menjaga kehidupan. orang utan hanya bisa bertahan jika habitatnya tetap lestari.

 

Sebelumnya, Wenda merupakan orang utan sitaan yang dibawa ke Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orangutan-SOCP Sibolangit pada 2009. Pada saat itu Wenda masih berusia kurang lebih 1 tahun. Pada 2013 Wenda dipindahkan ke Pusat Reintroduksi Jantho dan dilepasliarkan pada 2014.

Selama hidup di alam liar, Wenda menjadi salah satu individu yang rutin dipantau oleh tim PRM.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Api yang Belum Dijawab RUU Kehutanan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:30 WIB

Terpopuler

X