RAKYAT SULTRA.id-Untuk memastikan regenerasi pemimpin bangsa berjalan dengan baik, pemerintah mendirikan sekolah unggulan. Diantaranya adalah SMA Taruna Nusantara yang sudah lama berdiri dan Sekolah Garuda yang belum lama ini dibangun oleh Presiden Prabowo Subianto.
SMA Taruna Nusantara berdiri sejak 1990 silam. Namun gagasannya dibawa oleh Jenderal LB. Moerdani sejak 1985. Sebagai menteri pertahanan dan keamanan saat itu, Moerdani sudah memikirkan pendirian lembaga pendidikan untuk mencetak generasi penerus bangsa.
Gagasan itu lantas ditindaklanjuti lewat penandatanganan nota kesepahaman antara TNI dengan Taman Siswa sebagai organisasi pendidikan pertama di Indonesia. Mereka kemudian membangun Lembaga Perguruan Taman taruna nusantara atau LPTTN.
”SMA TN (taruna nusantara) diresmikan oleh Panglima Angkatan Bersenjata saat itu, Jenderal Try Sutrisno pada 1990,” bunyi keterangan dalam laman resmi SMA Taruna Nusantara yang dikutip pada Selasa (22/7).
Semula SMA Taruna Nusantara hanya ada 1 di Magelang, Jawa Tengah (Jateng). Berdiri di atas lahan milik Akademi Militer (Akmil) yang juga berlokasi di Magelang. Luas awalnya 18,5 hektare. Namun terus bertambah hingga menjadi 23 hektare. Pertumbuhan itu seiring dengan perubahan zaman dan kebijakan.
SMA Taruna Nusantara yang awalnya hanya menerima siswa laki-laki, mulai 1996 menerima siswa perempuan. Untuk menarik minat putra dan putri terbaik bangsa dari seluruh daerah di Indonesia, LPTTN menawarkan beasiswa penuh kepada para siswa yang lolos seleksi masuk SMA Taruna Nusantara.
”Namun, setelah krisis ekonomi dan perubahan politik pada tahun 1997, LPTTN mengalami kesulitan keuangan sehingga pada tahun 2001 menghentikan kebijakan beasiswa penuh,” lanjut keterangan tersebut.
Kini beasiswa penuh hanya diberikan kepada pelajar terpilih yang memang benar-benar memiliki kesulitan keuangan. Meski terjadi perubahan, spirit mencetak generasi penerus bangsa yang unggul tetap terjaga. Lulusan SMA Taruna Nusantara pun menghiasi pejabat dalam kabinet Presiden Prabowo Subianto.
Hari ini, 3 dari 4 lulusan terbaik peraih adhi makayasa Akademi TNI dan Akademi Kepolisian (Akpol), berasal dari SMA Taruna Nusantara. Mereka terdiri atas Muhammad Rizqi Wira Utama Baihaqi Putra (AAL) yang juga lulusan SMA Taruna Nusantara angkatan 27 serta Yehezkiel Bonaventura Yudaniarman (AAU) dan Harindra Arsandho Tegarbaja (Akpol) yang sama-sama lulusan SMA Taruna Nusantara angkatan 31.
Serupa dengan SMA Taruna Nusantara, setelah dilantik menjadi presiden, Prabowo Subianto menggagas Program Hasil Terbaik Cepat atau PHTC. Salah satunya dengan mendirikan sekolah garuda Baru dan sekolah garuda Transformasi. Lewat program tersebut, pemerintah menarget 100 sekolah unggulan berlatar Sekolah Garuda.
Program itu dijalankan sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo pada 2024 sampai 2029 mendatang. Sekolah Garuda Baru dibangun dari nol, dengan standar-standar tinggi. Sementara Sekolah Garuda Transformasi diambil dari sekolah-sekolah unggulan yang saat ini sudah mencetak lulusan hebat dan berprestasi, SMA Taruna Nusantara termasuk dalam Sekolah Garuda Transformasi.