Jumat, 28 Agustus 2026

Organisasi Otonom PBNU Jadi Tempat Kaderisasi Nahdlatul Ulama

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Jumat, 31 Juli 2026 | 08:27 WIB

RAKYAT SULTRA.id- Banyaknya jumlah massa dan kader di Nahdlatul Ulama (NU) tidak semata karena kaderisasi yang dilakukan secara internal oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Ormas itu menjadi besar tidak terlepas dari peran organisasi sayap atau organisasi otonom. Di NU misalnya terdapat Pagar Nusa, organisasi otonom di bidang pelestarian seni bela diri pencak silat.

Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla mengatakan, kontribusi Pagar nusa yang selama ini tidak hanya berperan dalam pelestarian seni bela diri pencak silat, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam kaderisasi, penguatan karakter, dan pengamanan berbagai agenda strategis NU.

"Pentingnya menjaga persatuan dan kekompakan seluruh badan otonom Nahdlatul Ulama sebagai kekuatan utama dalam merawat jam’iyah, memperkuat khidmah kepada umat, serta menjaga marwah organisasi di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara," ujar Ulil Abshar Abdalla pada Kamis (30/7). 
 

Sementara itu, Pimpinan Pusat (PP) Pagar Nusa menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2026. Rakernas itu menjadi forum konsolidasi nasional dalam rangka menyongsong Muktamar Nahdlatul Ulama Ke-35. 

Rakernas itu dibuka oleh Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla. Dia menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kekompakan seluruh badan otonom Nahdlatul Ulama sebagai kekuatan utama dalam merawat jam’iyah, memperkuat khidmah kepada umat, serta menjaga marwah organisasi di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Rakernas dihadiri oleh jajaran Pengurus Harian Pimpinan Pusat Pagar Nusa, Dewan Khos, para Ketua Pimpinan Wilayah Pagar Nusa dari berbagai provinsi, serta unsur-unsur organisasi yang memiliki tanggung jawab dalam menyukseskan pelaksanaan Muktamar NU Ke-35. 

Ketua Umum PP Pagar Nusa, Muchamad Nabil Haroen menuturkan, Rakernas merupakan forum strategis untuk menyatukan visi dan langkah organisasi menjelang Muktamar NU.

Apalagi tema rakernas yang diusung tahun ini mengandung makna bahwa seluruh kader Pagar Nusa harus terus merajut ikhtiar melalui kerja kolektif. Selain itu meneguhkan khidmah sebagai orientasi utama pengabdian, serta menjaga marwah Nahdlatul Ulama dengan mengedepankan persatuan, kedisiplinan, dan loyalitas terhadap keputusan organisasi.

 

"Kami ingin memastikan bahwa Pagar Nusa hadir sebagai organisasi kader yang solid, disiplin, dan siap memberikan kontribusi terbaik bagi Nahdlatul Ulama, khususnya dalam menyukseskan Muktamar NU Ke-35,” ujar Muchamad Nabil Haroen.

Salah satu pembahasan utama dalam Rakernas adalah kesiapan Pagar Nusa dalam mendukung aspek keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan Muktamar NU. Untuk itu, Rakernas membahas rencana penugasan 1.000 Pasukan Inti Pagar Nusa yang akan disiapkan sebagai bagian dari unsur pengamanan terpadu. 

Kesiapsiagaan tersebut merupakan wujud komitmen Pagar Nusa dalam menjaga kelancaran, ketertiban, serta memberikan rasa aman bagi seluruh peserta Muktamar.

 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Terpopuler

X