Jumat, 28 Agustus 2026

MPLS 2026 Bekali Siswa Baru dengan Karakter, Literasi, dan Kreativitas

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Kamis, 30 Juli 2026 | 09:12 WIB

RAKYAT SULTRA.id-Kemendikdasmen menyatakan ​pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah mendapat respons positif orang tua. Sebab, membantu murid baru beradaptasi dengan sekolah sejak hari pertama.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan, MPLS Ramah bagian dari upaya mengubah tradisi perpeloncoan menjadi budaya sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghormati. Kemendikdasmen ingin membangun lingkungan sekolah yang menumbuhkan rasa saling menghargai, memuliakan guru, menghormati orang tua, serta mencintai ilmu pengetahuan.

”Kami menyampaikan terima kasih kepada bapak dan ibu guru yang senantiasa dengan penuh ketulusan memberikan yang terbaik untuk mendidik putra-putri bangsa. Kami juga berterima kasih kepada para orang tua yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk mendampingi anak-anak menjadi generasi Indonesia yang hebat,” ujar Abdul Mu’ti dilansir dari Antara.

Sementara itu, MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 juga diselenggarakan SMA Labschool pada 13–17 Juli 2026. Tahun ini, mengusung semangat pembentukan karakter,literasi, kepedulian sosial, dan pengembangan potensi peserta didik.

Kegiatan diikuti seluruh siswa baru melalui rangkaian program edukatif. Mulai dari pengenalan lingkungan sekolah, pelatihan mitigasi bencana, kunjungan literasi ke Perpustakaan Nasional, apresiasi Pameran Seni Growing Up As An Indonesian, kunjungan ke Masjid Istiqlal, hingga Expo Ekstrakurikuler yang menampilkan lebih dari 23 kegiatan siswa.

Kepala SMA Labschool Jakarta Badru Zaman mengatakan, MPLS merupakan gerbang awal bagi peserta didik baru untuk mengenal budaya sekolah. Sekaligus membangun karakter sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

”Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah merupakan gerbang awal bagi siswa untuk bertransformasi. Melalui kegiatan ini, tidak hanya diperkenalkan pada sarana fisik, kurikulum, atau tata tertib sekolah, melainkan juga ditanamkan nilai-nilai luhur ke-Labschool-an, iman, ilmu dan amal. Tantangan kedepan, perlu untuk terus berkembang menjadi pribadi yang adaptif, inovatif, serta berdaya saing global tanpa kehilangan akar budaya dan karakter bangsa,” ujar Badru.

Selama lima hari pelaksanaan, peserta didik baru diperkenalkan dengan lingkungan SMA Labschool Jakarta melalui kegiatan Wiyata Mandala, perkenalan dengan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta berbagai fasilitas penunjang pembelajaran. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi siswa untuk memahami budaya sekolah, tata tertib, serta nilai-nilai yang menjadi identitas warga Labschool.

Sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kesiapsiagaan, siswa juga mengikuti pelatihan mitigasi bencana kebakaran yang dipandu Pemadam Kebakaran Sektor Pulogadung. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai pencegahan kebakaran, prosedur evakuasi, hingga praktik penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) sebagai bekal menghadapi kondisi darurat.

Pengalaman belajar para siswa kemudian diperluas melalui kunjungan edukatif ke Perpustakaan Nasional. Selain mengenal fasilitas literasi nasional, para peserta didik baru berkesempatan mengunjungi Pameran Seni Growing Up As An Indonesian, yang menampilkan karya-karya siswa kelas XII SMA Labschool Jakarta.

Pameran tersebut sebelumnya dibuka Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah yang memberikan apresiasi terhadap kreativitas para siswa. Menurut dia, karya-karya yang ditampilkan mencerminkan identitas generasi muda sekaligus menunjukkan optimisme terhadap masa depan ekonomi kreatif Indonesia.

”Seni adalah cermin dari identitas dan pemikiran sebuah generasi. Melihat karya-karya ini, saya optimistis masa depan ekonomi kreatif Indonesia berada di tangan yang tepat. Nilai-nilai inilah yang juga menjadi napas dalam koperasi, yaitu semangat untuk tumbuh, berkarya, dan maju bersama,” ujar Farida.

Kunjungan ke pameran tersebut menjadi pengalaman inspiratif bagi peserta didik baru untuk melihat secara langsung bagaimana karya seni dapat menjadi media ekspresi, pelestarian budaya, sekaligus sarana menumbuhkan kepedulian sosial. Beragam karya berupa lukisan, relief, patung, karya fesyen, dan instalasi seni memperlihatkan perjalanan tumbuh kembang para siswa sebagai anak Indonesia.

Selain memperkuat literasi dan apresiasi seni, peserta didik baru juga melakukan kunjungan ke Masjid Istiqlal sebagai bagian dari pembelajaran tentang nilai-nilai spiritual, toleransi, serta keberagaman yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat.

Rangkaian MPLS kemudian ditutup dengan Expo Ekstrakurikuler, yang menampilkan lebih dari 23 ekstrakurikuler SMA Labschool Jakarta. Berbagai kegiatan siswa menampilkan bakat dan prestasi sebagai inspirasi bagi peserta didik baru untuk mengembangkan minat dan potensi selama menempuh pendidikan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Api yang Belum Dijawab RUU Kehutanan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:30 WIB
X