RAKYAT SULTRA.id-Sebuah truk trailer menabrak sejumlah kendaraan dan rumah warga di Jalan Nasional Surabaya - Malang, Dusun Mojorejo, Desa Ngerong, Gempol, Kabupaten Pasuruan, Senin (27/7). Tiga orang dilaporkan tewas.
Dari informasi yang dihimpun JawaPos.com, truk trailer bermuatan gulungan kertas tersebut melaju dari arah Malang menuju Surabaya. Sekitar pukul 06.00 WIB, kendaraan tersebut menabrak truk Colt Diesel di depannya.
Benturan keras tersebut membuat beberapa sepeda motor ikut tertabrak. Truk trailer lalu menghantam truk tangki hingga oleng dan terguling ke sisi kiri jalan, menabrak sejumlah rumah warga.
Sebanyak 2 korban mengalami luka berat dan telah dilarikan ke RS Abiyakto pasusuran. Sementara itu, sopir truk trailer yang terjepit badan kendaraan, dievakuasi ke RS Pusdik Brimob Watukosek.
Korban atas nama Agus, laki-laki, 40 tahun, asal Malang. Kemudian 4 korban lainnya mengalami luka ringan, terdiri atas seorang penjual bebek, pasutri pengendara motor, dan sopir truk Colt. Mereka dibawa ke RS Bhayangkara Porong.
Hingga pukul 10.09 WIB, Polsek Gempol bersama personel dari Kantor SAR Surabaya masih berjibaku mengevakuasi korban dan kendaraan yang terlibat kecelakaan maut di wilayah Gempol.
"Truck (trailer) berhasil ditarik dengan menggunakan dump truck untuk memudahkan akses evakuasi," ujar Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit kepada awak media di group WhatsApp.
Nanang mengatakan proses evakuasi sopir truk trailer cukup sulit karena korban terjepit di kursi kemudi. Tim Basarnas berusaha membuat akses untuk mengeluarkan sopir dengan menggerakkan tangan.
"Kemudian tim Basarnas meminta bantuan pengecekan dari tim medis RS Pusdik Brimob Watukosek. Proses evakuasi dilanjutkan dengan hati-hati agar korban tidak mengalami cidera lebih lanjut," imbuhnya.
Pada sekitar pukul 10.09 WIB, sopir truk trailer berhasil dievakuasi dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Pusdik Brimob Watukosek, Gempol, Kabupaten pasusuran untuk mendapatkan penanganan medis.
"Terakhir dicek oleh pihak RS Pusdik Brimob Watukosek, masih ada terasa nadi lemah, kemudian diberikan bantuan oksigen saat proses evakuasi. Perkembangan lebih lanjut akan diinformasikan kemudian," tukas Nanang. (*)