RAKYAT SULTRA.id- Perusahaan konsultan dan penyedia layanan properti Coldwell Banker Richard Ellis (CBRE) Indonesia, mencatat pasar industri dan logistik menunjukan tren pertumbuhan yang cukup tinggi pada kuartal kedua 2026.
Head of Capital Markets and Industrial Services, CBRE Indonesia, Ivana Susilo, mengatakan penyerapan lahan industri mencapai sekitar 62 hektare selama kuartal kedua, mendorong tingkat okupansi kawasan industri Jabodetabek menjadi 91,2 persen.
“Operator pusat data (data center) terus memainkan peran yang semakin signifikan dalam permintaan lahan, khususnya di Cikarang, di mana persaingan untuk mendapatkan lokasi dengan infrastruktur utilitas yang kuat telah berkontribusi pada peningkatan nilai lahan,” ujar Ivana dalam konferensi pers, di Jakarta, Rabu (22/7).
Ivana mengatakan, untuk data center tahun ini adalah berkah untuk Indonesia karena Singapura dan Thailand sudah tidak bisa lagi membangunnya karena permasalahan listrik dan air.
Ia menjelaskan, akibat kondisi tersebut menjadi berkah untuk Indonesia. Pasalnya, bisa dikatakan sejumlah perusahaan data center masuk ke Indonesia untuk membangun infrastruktur karena adanya ketersediaan Listrik dan air.
“Bisa dibilang hampir setiap minggu ada aja data center yang MOU,” ujarnya.
“Pasokan baru yang masih terbatas, membantu menjaga fundamental pasar agar tetap sehat serta mendukung pertumbuhan tarif sewa di koridor-koridor logistik utama,” ujarnya.
Sementara itu, untuk sektor ritel, pasar pusat perbelanjaan Jakarta kembali mencatat kinerja positif pada kuartal ini. Tingkat okupansi mal meningkat menjadi 86,4 persen, didukung oleh penyerapan bersih yang melampaui 20.000 meter persegi.
Ia menjelaskan, mal kelas premium terus mencatat kinerja terbaik dengan tingkat okupansi di atas 95 persen, sementara mal kelas menengah atas dan mal kelas atas juga mencatat aktivitas penyewaan yang sehat.
“Pelaku usaha ritel internasional, konsep kuliner premium, lifestyle brands, dan operator hiburan tetap menjadi kontributor utama permintaan,” ucapnya.