Jumat, 28 Agustus 2026

Pemkot Surabaya Lanjutkan Pelebaran Jalan Raya Menganti, Target Urai Kemacetan

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Kamis, 23 Juli 2026 | 09:26 WIB

RAKYAT SULTRA.id-Tahum ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana melanjutkan proyek pelebaran Jalan Raya Menganti. Tujuannya untuk mengurai kemacetan di wilayah Surabaya barat.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya mengatakan pelebaran Jalan Menganti adalah salah satu program Wali Kota Eri Cahyadi dalam mengembangkan Surabaya Barat dan Selatan. 

"Pembangunan ini bagian dari program Pak Wali Kota untuk mengembangkan Surabaya wilayah barat dan selatan. Karena selama ini, akses jalannya hanya satu sehingga sering terjadi macet,” tuturnya, Rabu (22/7).

 

Utamanya kemacetan di kawasan Jalan Raya menganti, Lidah Wetan, Babatan, Wiyung, dan sekitarnya. Selain mengurai macet, proyek pelebaran juga bertujuan memudahkan akses masyarakat menuju ke wilayah Surabaya selatan, Surahaya Barat, maupun sebaliknya. 

"Pembangunan infrastruktur ini (pelebaran jalan menganti) juga tidak hanya fokus pada pelebaran jalan saja, tetapi mencakup pembuatan sistem drainase di kawasan tersebut," imbuhnya. 

Sebagai informasi, pada 2024 lalu, pemkot surabaya telah melakukan pelebaran sebagian Jalan Raya Menganti. Saat itu, pembangunan dimulai dari traffic light Jalan Babatan UNESA ke arah barat sepanjang 400 meter. 

Saat ini, DSDABM Surabaya memprioritaskan pemindahan jaringan utilitas listrik ke sisi selatan Jalan Raya Menganti. Proses tersebut dilakukan setelah berkoordinasi dengan PLN agar pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana.

Pemindahan utilitas ini untuk membuka akses bagi pengerjaan tahap berikutnya, yakni penggalian tanah dan pemasangan corrugated concrete sheet pile (CCSP) atau tiang pancang beton di sungai tengah serta badan jalan.

"Ada pemindahan utilitas PLN, sekarang ini posisinya lagi menggeser tiangnya. Jadi pasang tiang baru dan menggeser kabel, juga trafo. Kalau itu sudah selesai, kita mulai menggali (tanah) yang di tengah itu,” terang Hidayat. 

Sebelum melanjutkan proyek tersebut, pemkot surabaya lebih dulu membangun saluran tepi di lahan yang telah dibebaskan. Saluran tersebut akan difungsikan sebagai sistem drainase yang mengalirkan air ke sungai tengah.

Total jalan yang akan dikerjakan panjangnya sekitar 1.900 meter. Namun pada tahun ini, pengerjaannya hajya sepanjang 950 meter. Mulai dari area masjid Al Hidayah hingga Puskesmas Lidah Kulon, Lakarsantri. 

Sedangkan 950 meter sisanya, mulai dari Puskesmas Lidah Kulon sampai Asrama Polisi (Aspol) Bangkingan, baru akan dikerjakan Pemkot Surabaya pada tahun berikutnya

“Jadi yang dikerjakan pertama kali adalah membuat saluran tepinya dulu. Target kami (dikerjakan) tahun ini, karena lahannya sudah clear. Yang tahun depan masih menunggu pembebasan lahan,” pungkas Hidayat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Api yang Belum Dijawab RUU Kehutanan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:30 WIB

Terpopuler

X