Jumat, 28 Agustus 2026

Bos Baru BGN Minta Kritik MBG Berbasis Fakta, Bukan Hoaks

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Kamis, 23 Juli 2026 | 08:26 WIB

RAKYAT SULTRA.id-Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono meminta publik agar tidak menjadikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai komoditas sensasi demi mengejar popularitas di media sosial (medsos).

Menurutnya, kritik terhadap program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu sah-sah saja, tetapi harus berdasarkan fakta, bukan hoaks.

"Saya minta, saya mohon, saya tahulah bahwa MBG, BGN ini tema yang besar, kemudian ramai di mana-mana, di media maupun di sosmed," kata Sudaryono kepada wartawan, di Kantor BGN, Jakarta, Rabu (22/7).

Ia mengakui isu MBG memang mudah menarik perhatian publik. Karenanya, tidak sedikit pihak yang memanfaatkan isu tersebut untuk menciptakan sensasi hingga menjadi viral.

Meski demikian, Sudaryono menegaskan dirinya tidak mempermasalahkan suatu informasi menjadi viral. Yang menjadi persoalan adalah ketika informasi tersebut tidak sesuai fakta atau mengandung unsur hoaks.

"Se-viral apa pun enggak ada masalah, tapi saya ingin ya itu kemudian diberitakan atau diposting kebenaran. Kalau ada pelanggaran, pelanggaran itu memang ada kebenarannya," tegasnya.

Eks Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) itu juga mengingatkan bahaya penyebaran informasi yang keliru terkait MBG. Menurutnya, misinterpretasi, fitnah hingga dugaan sabotase dapat merugikan upaya pemerintah dalam menjalankan program untuk gizi anak tersebut.
 

"Jangan sampai kita kemudian ada hoaks, ada fitnah, ya kan, kemudian ada misinterpretasi. Jadi sengaja misinterpretasi atau mungkin barangkali mohon maaf, kasarnya jeleknya sabotase dan lain-lain, please-lah," katanya.

Pria asal Grobogan, Jawa Tengah itu menegaskan BGN tidak anti kritik. Namun, ia meminta kritik dan pengawasan terhadap MBG dilakukan secara objektif dan berdasarkan data yang benar.

"Ya ini kita kerja bareng, kerja semua, dan saya minta semua, saya mohon kepada awak media dan semuanya untuk kemudian secara arif dan benar," ucapnya.

Ia menambahkan, pihaknya tidak berusaha menutupi kekurangan atau persoalan yang terjadi dalam pelaksanaan MBG. Namun, informasi yang beredar di ruang publik harus dapat dipertanggungjawabkan.

"Tapi please-lah jangan kemudian beritanya adalah berita yang tidak benar," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Terpopuler

X