Jumat, 28 Agustus 2026

Profil Nanik S Deyang, Kepala BGN yang Mundur dengan Alasan Jalani Pengobatan di Luar Negeri

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Rabu, 22 Juli 2026 | 10:34 WIB

bgn-yang-mundur-dengan-alasan-jalani-pengobatan-di-luar-negeri?page=all">

Rakyat sultra.id-Nanik Sudaryati Deyang resmi mengumumkan pengunduran diri dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan tersebut disampaikan melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, pada Rabu (22/7) pagi.

Dalam keterangannya, Nanik menjelaskan bahwa ia harus menjalani pengobatan jantung di luar negeri sehingga memutuskan untuk mengakhiri masa tugasnya sebagai pimpinan BGN. Ia pun mengaku telah berpamitan kepada Presiden Prabowo Subianto sebelum keberangkatannya.

"Dengan berat hati akhirnya saya pamit kepada Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri karena jantung saya. Rencananya hari ini, Rabu (22/7), saya berangkat," tulis Nanik.

 

Nanik mengungkapkan, keputusan mundur diambil demi memprioritaskan kondisi kesehatannya. Menurutnya, Presiden Prabowo memahami situasi yang dihadapinya dan menyetujui pengunduran diri tersebut, meski tetap memintanya untuk ikut mengawasi jalannya BGN.

"Saya sampaikan ke Presiden juga, dengan beribu maaf, sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN demi kesehatan saya. Karena Presiden prihatin dan kasihan dengan saya, Presiden menyetujui. Namun, saya diminta tetap ikut mengawasi BGN," ucapnya.

Lebih lanjut, Nanik mengungkapkan bahwa Presiden Prabowi akan membentuk Dewan Pengawas BGN dan memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin lembaga tersebut.

"Saya tetap berjuang dan mendukung Pak Presiden yang saat ini sangat keras berupaya memperbaiki kehidupan rakyat Indonesia," imbuhnya.

Profil Nanik S Deyang

Nanik S Deyang lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968. Sebelum terjun ke dunia politik dan pemerintahan, ia mengawali karier sebagai jurnalis di Tabloid Bangkit.

Namanya mulai dikenal luas sebagai salah satu figur yang berada di lingkaran pendukung Presiden Prabowo Subianto sejak Pemilihan Presiden 2019. Kedekatan tersebut kemudian membawanya mengemban sejumlah jabatan strategis di pemerintahan.

Usai Prabowo terpilih sebagai Presiden pada 2024, Nanik dilantik sebagai Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan untuk masa jabatan 2024–2029. Selain itu, pada 12 Juni 2025, ia juga dipercaya menduduki posisi Komisaris Independen Pertamina.

Kariernya berlanjut ketika pada 17 September 2025 ia ditunjuk sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Bersamaan dengan penunjukan tersebut, Nanik mengakhiri masa tugasnya sebagai Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan.

Selanjutnya, pada 2 Juni, Presiden Prabowo Subianto mengangkat Nanik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Ia menggantikan Dadan Hindayana yang ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi pengelolaan makan bergizi gratis (MBG).

 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Api yang Belum Dijawab RUU Kehutanan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:30 WIB
X