RAKYAT SULTRA.id-Dalam hitungan bulan Indonesia bakal memiliki kapal induk dari hibah Pemerintah Italia.
Komisi I DPR sudah menyetujui proses hibah tersebut. Bila tidak ada perubahan, kapal perang tersebut bakal disambut kedatangannya pada 20 September 2026.
Ketua Komisi I DPR Utut Adianto menegaskan hal itu. Pihaknya turut menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Italia yang berkenan menghibahkan salah satu alat utama sistem persenjataan (alutsista) strategis kepada Indonesia. Dia optimistis kapal induk tersebut akan membawa banyak manfaat.
”Komisi I DPR menyetujui hibah 1 unit kapal induk Italian Ship Giuseppe Garibaldi senilai 54.022.426,67 sen euro dari Pemerintah Italia kepada Kementerian Pertahanan sebagaimana surat menteri pertahanan kepada ketua DPR RI nomor B/1845/m/VII/2026 tanggal 7 Juli 2026,” kata dia dikutip Selasa (21/7).
Meski sudah berumur, Utut menyatakan bahwa setelah menerima kapal induk tersebut, tantangan berikutnya adalah memastikan alutsista itu dapat digunakan sebaik-baiknya. Bahkan dikembangkan dengan kondisi dan situasi saat ini. Sehingga operasionalnya bisa lebih optimal.
”Ini tentu bukan untuk misi perang, lebih mungkin untuk jaga perbatasan di luar dan untuk momen-momen tertentu helikopter mendarat di sana. Kita juga bangga punya (kapal induk) seperti ini,” imbuhnya.
Direktur Jenderal (Dirjen) Kekuatan Pertahanan (Kuathan) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Marsekal Muda TNI Haris Haryanto hibah alutsista strategis itu dilandasi beberapa aturan.
Mulai Perpres Nomor 24 Tahun 2013, Permenhan Nomor 35 Tahun 2025, surat dari pihak Italia, sampai kajian penerimaan hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Italia.
Selain itu, Haris juga mengungkap beberapa hal strategis di balik hibah tersebut. Pertama, untuk pemenuhan kebutuhan kapal induk TNI AL. Kedua, kebutuhan modernisasi untuk memperkuat pertahanan maritim dan operasi kemanusiaan. Ketiga, untuk menjaga kedaulatan dan melindungi wilayah yurisdiksi nasional Indonesia dan melaksanakan misi tanggap darurat kemanusiaan.
”Dari sisi penerimaan kita juga menyiapkan fasilitas pelabuhan yang saat ini disiapkan di Teluk Ratai, Lampung. Proses saat ini telah mencapai 76 persen. Kemudian rencana kedatangan kapal pada tanggal 20 September 2026,” terang dia.
Berkaitan dengan spesifikasi teknis, perwira tinggi bintang dua TNI AU itu mengungkapkan bahwa kapal induk tersebut memiliki panjang lebih kurang 180 meter, lebar 33 meter, draft 8,2 meter, displacement kurang lebih 13,8 ton, kecepatan maksimum 30 knot, dan kecepatan jelajah 20 knot. Kapal itu juga dilengkapi dengan 4 propulsion system gas turbine LM2500.
”Aviation capability, bisa dipakai untuk helikopter maupun pesawat yang mempunyai kemampuan short take-off maupun vertical landing, crew capacity 550 personel. Kemudian memiliki high endurance for extended operation, dimana kapal ini juga mempunyai peran multi-peran sebagai kapal kudar (kapal induk), kemudian sebagai power projection untuk berbagai misi-misi perang,” bebernya. (*)