Jumat, 28 Agustus 2026

Penyebab Ledakan Gudang Amunisi di Madiun Belum Diketahui, TNI AD: Tim Investigasi Masih Bekerja

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Selasa, 21 Juli 2026 | 14:12 WIB

rakyat sultra.Id - TNI AD masih mencari tahu penyebab ledakan di Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad), Madiun, Jawa Timur (Jatim) pada Kamis (16/7). Saat ini tim investigasi masih bekerja untuk mencari tahu penyebab ledakan tersebut.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menyampaikan bahwa pihaknya tidak dapat berspekulasi terkait dengan penyebab ledakan di salah satu gudang amunisi milik Angkatan Darat tersebut.

Penjelasan mengenai penyebab ledakan hanya dapat diketahui setelah tim ivestigasi bekerja.

”Sudah saya sampaikan untuk jenis amunisi dan sebagainya, kita menunggu tim ivestigasi. Saya sudah menjelaskan tadi, kami tidak bisa berspekulasi apa yang meledak dan jenis seperti apa,” kata Donny kepada awak media dalam konferensi pers di Jakarta dikutip pada Jumat (17/7).
 

Berdasar laporan awal yang diterima oleh TNI AD, ledakan terjadi saat proses pemeliharaan dan perawatan (harwat) amunisi sedang berlangsung.

Menurut dia, prosedur harwat sudah dilakukan oleh para prajurit, mulai briefing sampai pelaksanaan.

 Namun ledakan tetap terjadi. Akibatnya sebanyak 7 orang prajurit menjadi korban. Satu prajurit dinyatakan meninggal dunia, 4 orang mengalami luka berat, dan 2 orang lainnya luka ringan. Para korban sudah ditangani oleh petugas medis di rumah sakit terdekat.

”Tim investigasi sudah dibentuk oleh TNI Angkatan Darat, sudah berangkat (ke Madiun), dimana tim investigasi itu (adalah) tim investigasi yang profesional, yang memang menangani bidang ini dari Pusat Peralatan Angkatan Darat,” terang Donny.

Jenderal bintang satu TNI AD itu memastikan bahwa tim tersebut akan melaksanakan investigasi serta pendalaman secara menyeluruh.

Tujuannya untuk mengetahui secara pasti penyebab dan kronologi peristiwa sehingga ledakan terjadi dan menyebabkan korban jiwa.

”Perlu kami tegaskan juga bahwa proses ini dilakukan secara profesional, objektif, dan menyeluruh agar setiap fakta yang diperoleh nantinya dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Donny menekankan bahwa instansinya berkomitmen untuk menangani peristiwa tersebut secara serius, transparan, dan memastikan setiap langkah penanganan terhadap korban serta proses investigasi berjalan dengan sebaik-baiknya. Proses investigasi tidak dibatasi waktu. TNI AD hanya ingin semua klir.

”Saat ini, Tentara Nasional Angkatan Darat telah mengambil langkah-langkah penanganan awal dengan memberikan perhatian dan pendampingan penuh terhadap korban,” ujarnya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Api yang Belum Dijawab RUU Kehutanan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:30 WIB

Terpopuler

X