RAKYAT SULTRA.id-Persaingan di Piala Dunia 2026 belum benar-benar selesai meski turnamen tinggal menyisakan partai final dan perebutan tempat ketiga.
Selain memperebutkan trofi juara dunia, perhatian juga tertuju pada perebutan penghargaan individu paling bergengsi bagi penyerang, yakni Sepatu Emas atau Adidas Golden Boot.
Dua nama yang masih bersaing ketat adalah Lionel Messi dan Kylian Mbappe.Keduanya sama-sama tampil tajam sepanjang turnamen dan kini mengoleksi delapan gol.
Kapten Timnas Argentina itu tercatat sudah menyumbang empat assist selama Piala Dunia berlangsung.
Sementara Mbappe baru mengoleksi tiga assist. Selisih satu assist itulah yang membuat Messi untuk sementara unggul dalam perburuan Sepatu Emas.
Meski demikian, peluang Mbappe belum tertutup. Penyerang Prancis itu masih memiliki satu pertandingan tersisa saat menghadapi Inggris dalam perebutan tempat ketiga.
Di sisi lain, Messi akan memimpin Argentina menghadapi Spanyol pada partai final yang digelar Minggu (19/7).
Aturan penentuan peraih Sepatu Emas memang tidak hanya melihat jumlah gol. FIFA menetapkan tiga tahapan untuk menentukan pemenang penghargaan tersebut. Kriteria pertama tentu saja jumlah gol yang dicetak sepanjang turnamen.
Jika terdapat dua pemain dengan jumlah gol yang sama, maka penentuan akan dilanjutkan dengan melihat jumlah assist resmi yang dicatat FIFA Technical Study Group.
Apabila kedua pemain masih memiliki statistik yang identik, maka pemenang ditentukan berdasarkan jumlah menit bermain. Pemain yang mencatat menit bermain lebih sedikit akan keluar sebagai peraih Sepatu Emas.
Berdasarkan aturan itu, Messi saat ini masih berada di posisi paling menguntungkan. Selama tidak ada perubahan statistik pada pertandingan terakhir, pemain berusia 39 tahun tersebut dipastikan menjadi pencetak gol terbaik Piala Dunia 2026.
Namun situasi bisa berubah apabila Mbappe mampu menambah assist saat melawan Inggris. Jika penyerang Prancis itu mencatat satu assist, sementara Messi gagal menambah gol maupun assist di final, keduanya akan sama-sama mengoleksi delapan gol dan empat assist.
Dalam kondisi tersebut, penentuan akan masuk ke kriteria ketiga, yakni jumlah menit bermain.
Saat ini Mbappe justru memiliki keuntungan.
Penyerang Prancis tersebut telah bermain selama 609 menit, sedangkan Messi sudah mencatatkan 620 menit. Selisih 11 menit itu membuat Mbappe berada di posisi lebih baik jika statistik gol dan assist keduanya benar-benar berakhir sama.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.