Jumat, 28 Agustus 2026

Jalan Amblas di Pulo Gadung Makin Lebar, Warga Khawatir Makan Korban

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Selasa, 7 Juli 2026 | 14:02 WIB

RAKYAT SULTRA.id-Warga mengeluhkan kondisi jalan amblas di bantaran Kali Pulo Gadung, Jakarta Timur yang semakin meluas selama lima bulan sejak April 2026 karena mengalami pergeseran ke arah kali.

"Awalnya amblas hanya sedikit, namun setiap hari terus bergeser dan semakin melebar. Jalan ini sudah rusak selama lima bulan, tetapi belum ada penanganan," kata Ketua RT 11 RW 03 Pulo Gadung, Warjono, di Pulo Gadung, Jakarta Timur, Senin (6/7).

Warga khawatir kerusakan yang semakin parah dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas, hingga menelan korban jiwa apabila tidak segera ditangani. Warjono menyebut amblas jalan yang awalnya hanya terjadi di sebagian titik kini telah meluas hingga hampir sepanjang 100 meter.

 

Demi menghindari risiko kecelakaan, warga bersama pengurus lingkungan menutup akses jalan tersebut untuk kendaraan roda empat. Saat ini, hanya sepeda motor yang masih diperbolehkan melintas dengan sistem bergantian karena lebar jalan yang tersisa hanya sekitar satu meter.

"Ini berdampak pada lingkungan dan warga sekitar baik kendaraan roda empat maupun roda dua, pedagang UMKM, jadi mereka tidak bisa lewat sini, harus berputar karena ini jalan utama yang biasa dilewati setiap hari. Jadi untuk semua pengguna jalan biasanya lewat sini," jelas Warjono.

Selain itu, jalan yang amblas ini merupakan salah satu jalur alternatif yang setiap hari digunakan masyarakat sebagai akses utama menuju permukiman maupun berbagai aktivitas ekonomi. Warjono menduga kerusakan jalan dipicu oleh pengerukan Kali Pulo Gadung yang dilakukan terlalu dalam.

 Akibatnya, struktur tanah di bantaran kali menjadi labil dan mengalami longsor secara bertahap hingga menyeret badan jalan.
 

"Awalnya sedikit hanya segini aja, bergeser mungkin makin lama seperti ini," ucap Warjono.

Meski hingga kini belum ada rumah warga yang mengalami pergeseran, sejumlah fasilitas lingkungan mulai terdampak.

Beberapa saluran air mengalami retak, badan jalan terus amblas, dan tempat penampungan sampah juga mengalami kerusakan.

Menurut Warjono, hingga kini memang belum ada korban akibat kondisi jalan tersebut. Namun, warga semakin khawatir karena bagian jalan yang masih dapat dilalui semakin sempit, sementara kawasan itu merupakan lingkungan padat penduduk yang setiap hari dilalui kendaraan dan anak-anak.

"Kami khawatir sewaktu-waktu ada pengendara motor atau anak-anak yang terjatuh ke arah kali jika jalan kembali bergeser," ucap Warjono.

Warjono berharap pemerintah melalui instansi terkait segera melakukan perbaikan permanen terhadap Jalan Cinta sebelum kondisi semakin memburuk

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Api yang Belum Dijawab RUU Kehutanan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:30 WIB

Terpopuler

X